Polda Jatim Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika

Surabaya (wartasas.com) – Jajaran kepolisian Indonesia tidak main main dalam memberantas peredaran narkotika. Terbukti, kali ini Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Jawa Timur, berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika.

Ditreskoba Polda Jatim berhasil mengamankan empat pelaku pengedar narkotika dan mengungkap narkotika jenis sabu seberat total 20 kilogram.

Seperti yang disampaikan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin dalam kesempatan presscon pengungkapan peredaran Narkotika, bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan yang terbesar diawal tahun 2017. Dan, peredaran sabu tersebut, adalah jaringan lintas Propinsi.

“Dari kasus ini, empat orang kita amankan, masing masing berinisial YN, Yanto, Rypan, dan FL. Ini adalah kejahatan narkoba lintas Propinsi. Dari Surabaya, Kalbar, kemudian ke Jakarta, seputaran Depok.” Kata Kapolda Jatim dalam kesempatan presscon, Jumat, (3/2/17).

“Pengungkapan kasus ini, berawal dari informasi masyarakat, terkait adanya peredaran narkoba di wilayah Tegalsari, Surabaya. Dan, petugas kami dengan cepat bergerak, kemudian mengamankan tersangka YN (41) di salah satu kamar hotel Five Max dengan barang bukti 1 kilogram sabu,” terang Kapolda Jatim.

Dalam pengembangan petugas usai penangkapan YN, petugas dapat mengamankan tersangka Yanto dan Rypan, dengan barang bukti sabu seberat 2 kilogram. Kemudian petugas bergerak menuju ke kawasan Depok, dan mendapatkan sabu seberat 17 kilogram, dengan satu tersangka inisial FL.

Pengungkapan kasus narkoba jenis sabu 20 kilogram, oleh Ditreskoba Polda Jatim, melibatkan dua orang oknum pegawai Lapas Depok.

“Dua orang oknum sipir lapas di wilayah Depok tersebut, kini sudah diamankan. Peran pegawai Lapas tersebut, adalah sebagai kurir yang membantu mengambil sabu dari tersangka,” ungkap Kapolda Jatim.

Kepolisian menduga, sabu yang menjadi jatah dua oknum sipir tersebut, tidak untuk dikonsumsi secara pribadi, namun dimanfaatka secara ekonomi. Diperkirakam, narkoba itu diperdagangkan kembali dalam Lapas.

Guna pemprosesan hukum yang menyangkut kedua pegawai Lapas Depok, Polda Jatim sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kanwil Jawa Barat. (nr/wdd)

Add a Comment