Persidangan Bandar Narkoba Berjalan Super Cepat dan Terdakwa Diberi Hukuman Minimal

Surabaya (wartasas.com) – Banyak kejanggalan dalam proses persidangan terhadap terdakwa kasus narkotika Torang Manaek Manullang, meskipun majelis hakim yang memeriksa perkara ini menyatakan terdakwa bersalah dan memberikan hukuman minimal.

Dalam sidang yang digelar pada Selasa, 17 Juli 2018 di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, hakim PN Surabaya Safruddin,  membacakan putusan empat tahun penjara dan denda Rp. 800 juta subsider dua bulan penjara.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Torang Manaek Manullang terbukti bersalah melanggar pasal 112 ayat (1) UU RI 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama empat tahun, denda Rp. 800 juta subsider dua bulan penjara,” ucap Safruddin membacakan putusan terhadap terdakwa Torang Manaek, Selasa, (17/07/18).

“Bagaimana, apakah kamu menerima putusan ini atau masih pikir-pikir? Hukumanmu ini sudah ringan lho. Kamu juga harus berjanji untuk tidak mengulangi perbuatanmu lagi ya,” tegasnya kepada terdakwa.

Persidangan itu mengagendakan mendengarkan keterangan saksi, seorang terdakwa yang memesan narkotika jenis sabu ke terdakwa Torang. Dimuka persidangan, saksi yang juga terdakwa kasus narkoba ini menjelaskan jika satu poket narkoba yang beratnya lebih kurang 0,5 gram seharga Rp. 400 ribu itu ia pesan dari terdakwa Torang.

Setelah mendengarkan saksi ini, dengan ijin majelis hakim, Jaksa Akhmad Iriyanto Sudaryono langsung melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa saat itu juga. Tidak banyak pertanyaan yang dilontarkan Jaksa Akhmad Iriyanto Sudaryono ke terdakwa Torang.

Jaksa Iriyanto hanya menanyakan apakah terdakwa menyesali perbuatannya? Usai mendengar jawaban terdakwa, Jaksa Iriyanto kemudian mengeluarkan surat tuntutannya dan membacakannya dimuka persidangan usai mendapat persetujuan hakim.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana penjara untuk terdakwa Torang Manaek Manullang dengan pidana penjara selama lima tahun, denda Rp. 800 juta subsider tiga bulan penjara,” terang Jaksa Iriyanto saat membacakan tuntutannya.

Sama halnya dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), hakim Safruddin pun tidak banyak memberi pertanyaan ke terdakwa Torang. Untuk pembelaan atau pledoi, terdakwa Torang hanya melakukannya secara lisan. Itupun karena hakim Safruddin bertanya kepada dirinya bagaimana tanggapan terdakwa atas tindakan yang sudah dilakukannya itu. Selain itu, hakim Safrudin juga menayakan apakah terdakwa menyesali perbuatannya.

Tidak butuh waktu lama untuk mendengar jawaban terdakwa atas pertanyaan tersebut. Begitu mendengar terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesalinya, hakim Safruddin langsung membacakan putusan. Untuk membacakan putusan terhadap kasus ini, hakim Safruddin hanya memegang surat tuntutan JPU dan membaca beberapa data yang ada di surat tuntutan tersebut seperti pasal yang terbukti, hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan.

Untuk diketahui, terdakwa Torang Manaek Manullang ditangkap anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya tanggal 17 April 2018, pukul 22.00 Wib. Waktu itu terdakwa sedang melintas di Jalan Raya Bukit Darmo Surabaya.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan satu bungkus plastik kecil yang berisikan kristal warna putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 0,58 gram beserta pembungkusnya dan uang tunai sebesar Rp. 2 ribu yang ditemukan di genggaman tangan kiri terdakwa. (Wdd)