Nekat Mengkonsumsi Sabu Karena Tidak Tahan Sakit Akibat Kanker Otak

Surabaya (wartasas.com) – Meskipun sudah didiagnosa oleh dokter terkena kanker otak, pria berusia 38 tahun ini masih nekat mengkonsumsi narkoba jenis sabu sabu. Akibat ulahnya tersebut, pria bernama Raffi Agustino warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan harus berurusan dengan hukum dan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dalam sidang yang digelar di ruang sidang Garuda 2, PN Surabaya, Senin (7/8), tidak ada yang menyangka jika tersangka Raffi menderita penyakit kanker otak. Pengunjung sidang hanya tahu, terdakwa disidangkan atas dugaan kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 0,44 gram.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk memperkuat dakwaan yang dibuatnya, dalam persidangan menghadirkan satu orang polisi dari Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polrestabes Surabaya yang ikut melakukan penangkapan terdakwa Raffi Agustino.

Dihadapan majelis hakim, JPU, terdakwa dan penasehat hukumnya, oknum polisi ini menjelaskan banyak hal, mulai awal penangkapan, bagaimana terdakwa ditangkap, dimana terdakwa ditangkap, barang bukti apa yang ditemukan pada diri terdakwa dan barang bukti itu berupa apa.

Mengetahui tidak ada saksi lain yang dihadirkan pada persidangan ini, hakim Dede Suryaman kemudian melanjutkan persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Persidangan ini semakin menarik ketika terdakwa Raffi Agustino ditanya majelis hakim, mengapa dirinya sampai menggunakan narkotika.

“Saya memutuskan untuk menggunakan narkoba, setelah dokter yang di Jakarta mengatakan bahwa saya mengidap penyakit kanker otak stadium 1. Itu juga atas saran teman yang juga terkena kanker. Tujuannya, untuk mengurangi rasa sakit, ketika rasa sakit itu kambuh. Jika tidak, maka, narkoba yang sudah dibeli, tidak digunakan,“ kata terdakwa Raffi di persidangan, Senin (7/8/17).

“Saya juga seorang pengusaha salon dan pekerja kecantikan. Saya mulai bekerja pukul 09.00 wib hingga 23.00 wib. Tak jarang, saya juga harus keluar kota dipagi harinya, untuk menerima pekerjaan salon. Disaat-saat seperti inilah, saya kemudian mengkonsumsi sabu-sabu,“ tambahnya.

Sabu sabu yang dibeli oleh terdakwa seharga Rp. 400 ribu, menurut penuturannya, tidak langsung ia habiskan. hanya digunakan ketika rasa sakit itu kambuh dan ketika terdakwa harus menjalani aktivitas pekerjaan yang luar biasa padat.

Dalam surat dakwaan juga diterangkan, bahwa terdakwa ditangkap tanggal 25 Januari 2017 sekitar jam 21.00 wib di kamar kos Jalan Gayungan I Kamar 106 Surabaya. Saat dilakukan penangkapan ditemukan satu poket sabu-sabu dengan berat 0,44 gram.

Atas perbutannya tersebut, terdakwa Raffi Agustino, didakwa melanggar pasal 114 ayat (1) UURI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, untuk dakwaan kesatu. Dalam surat dakwaan yang disusun dan ditanda tangani Jaksa Damang Anubowo itu juga diterangkan bahwa terdakwa melanggar pasal 112 ayat (1) UURI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, untuk dakwaan kedua. (wdd)