Nekat Melawan Polisi, Begal Sadis Tewas Tertembus Peluru

Surabaya (wartasas.com) – Nekat melawan dengan senjata tajam saat akan ditanggap petugas dari Tim Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, tersangka pencurian dengan kekerasan spesialis kejahatan jalanan (begal) terpaksa ditembak.

Tersangka diketahui bernama Zainul Fanami (32) asal Mojosari, Mojokerto tewas saat dalam perjalanan menuju ke rumah usai tertembus peluru.

Dalam keterangan resmi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho dengan didampingi Kasatreskrim AKBP Sudamiran menyampaikan bahwa, petugas Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya terpaksa menembak mati seorang tersangka begal yang dikenal sadis saat ditangkap di Jalan Made, Citraland Surabaya Barat pada, Rabu, (09/07/19) sekitar pukul 12.30 wib.

“Tersangka nekat melawan dan menyerang petugas dengan senjata tajam saat akan ditanggap. Sehingga, petugas terpaksa menembak tersangka,” kata Sandi saat menyampaikan rilis resminya, Rabu, (10/07/19).

“Tersangka Fanani merupakan salah satu begal yang meresahkan masyarakat. Karena, dalam setiap aksi kejahatan, tersangka selalu membawa senjata tajam (sajam) dan tidak segan bertindak sadis terhadap korbannya,” sambungnya.

Masih menurut keterangan orang nomor satu dijajaran Kepolisian Polrestabes Surabaya, tersangka telah melakukan tindakan kejahatan jalanan dilima lokasi. Diantaranya, pada tanggal 17 Maret 2019 beraksi di samping swalayan Bilka, Jalan Ngagel Jaya Selatan Surabaya. Tanggal 9 April 2019, merampas di sekitaran Masjid Assalafiyatul Huda, Jalan Kertajaya. Kemudian, tanggal 20 April 2019 di Jalan Raya Manyar Surabaya, dan tanggal 9 Juni 2019 TKP di pertokoan di Jalan Pasar Besar Surabaya serta tanggal 21 Maret 2019 di depan Pasar Sememi, Surabaya.

Terakhir, tersangka teridentifikasi melakukan perampasan pada 27 Juni 2019 lalu di Jalan Darmo Permai Selatan Gang 11, Surabaya. Saat itu, tersangka merampas barang milik Inggriani Widjaja warga Darmo Permai Selatan Surabaya.

“Meski yang tercatat dalam LP 6 TKP, tapi kami meyakini begal sadis ini sudah melakukan aksi kejahatannya puluhan kali,” tegasnya.

Kapolrestabes Surabaya secara tegas memberi peringatan keras kepada pelaku begal dengan melakukan tindakan tegas (tembak mati). Peringatan keras itu dilakukan karena kejahatan kasus begal motor ini telah meresahkan masyarakat. (wdd)