Karena Merampas Motor, Oknum Debcolector di Tangkap Polisi

Surabaya (wartasas.com) – Petugas penagih hutang yang biasa disebut Debcolector yang selalu meresahkan masyarakat karena tindakannya yang arogan dan kasar, kini kembali ditangkap Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya.

Preman berkedok tukang tagih ini harus berurusan dengan pihak kepolisian, karena merampas motor milik korban nasabah finance.

Seperti yang disampaikan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga dalam press release, bahwa ada tiga orang Debcolector telah ditangkap Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya. Tiga tersangka preman (debcolector) tersebut adalah Farid, romli, dan jumairi yang merupakan pegawai exsternal finance FiF Jalan Rajawali Surabaya.

“Tersangka telah merampas motor milik korban dijalan raya. Dan, korban juga sempat di tendang dan dianiaya oleh preman berkedok debcolector ini,” tutur AKBP Shinto dalam press release di Mapolrestabes Surabaya, Rabu, (14/6/17).

“Ulah debcolector ini sangat meresahkan masyarakat surabaya, karena bertindak arogan dan kasar serta melakukan perampasan secara paksa. Tindakan Ini tidak boleh dilakukan karena tergolong aksi premanisme,” tambahnya.

Dijelaskan juga oleh AKBP Shinto, Debcolector harusnya memiliki badan hukum yang jelas, tidak hanya menarik motor berdasarkan data yang didapat namun harus sesuai dengan hukum yang berlaku.

Menurut data laporan yang diperoleh, ada 6 pelaku yang mengaku Debcolector melakukan perampasan. Tiga pelaku sudah tertangkap, Tim Anti Bandit Satreskrim masih memburu tiga tersangka lainnya karena dalam aksinya mereka berjumlah enam orang.

Menurut penuturan tersangka Farid, dia mendapatkan data keterlambatan angsuran pemilik motor dari pihak finance FiF. Dari hasil satu kali penarikan sepeda motor mereka mendapatkan upah Rp. 900 ribu rupiah

“Saya bersama teman-teman, berkeliling di jalan raya diwilayah Jembatan Merah, jalan kenjeran dan jalan Kapasan Surabaya, Untuk mencari target motor yang akan di tarik paksa karena ada keterlambatan angsuran selama 4 sampai 6 bulan,” kata Farid.

Akibat ulah tersangka yang mengaku petugas Debcolector dan melakukan perampasan kendaraan dijalan, kini ketiga tersangka harus mendekam dipenjara Mapolrestabes Surabaya.

“Saya tegaskan untuk para penagih atau Debcolector untuk tidak melakukan perampasan kendaraan dijalan. Semua harus sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas perwira berpangkat melati tiga dipundaknya itu. (wdd)