Demi Menjaga Stamina, Penjaga Warung Kopi Konsumsi Sabu

Surabaya (wartasas.com) – Merasa pekerjaaannya sebagai penjaga warung kopi yang harus sering begadang hingga larut malam, membuat pemuda lajang asal kota Surabaya ini nekat mengkomsumsi narkoba berjenis sabu sabu untuk menjaga stamina.

Akibat perbuatannya tersebut, pemuda bernama Ragil Putra Aminardi (30) harus berurusan dengan penegak hukum dan harus menjalani sidang di pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Sidang yang digelar pada Selasa, 09 Januari 2018 di ruang sidang Garuda 2, PN Surabaya membuat hakim yang ditunjuk sebagai ketua majelis persidangan Dwi Purwadi merasa heran dan ada tanda tanya besar atas kasus yang menimpa Ragil Putra Aminardi.

Tanda tanya besar yang ada di benak hakim Dwi Purwadi, hakim PN Surabaya, berawal dari kesaksian Ragil Putra Aminardi, terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika, yang disidang di PN Surabaya.

Dihadapan majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdakwa Ragil Putra Aminardi mengaku memang mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu sebagi stamina tubuh.

“Saya memang mengkonsumsi sabu-sabu, supaya bisa melek pak hakim. Supaya tubuh saya dan stamina saya tetap fit ketika menjaga warung, akunya dihadapan majelis hakim.

Pria kelahiran 30 tahun silam yang kos di Jalan Pulosari Surabaya ini mengaku ditangkap polisi pada tanggal 31 Oktober 2017, sekitar pukul 21.30 wib. Terdakwa ditangkap polisi pada saat sedang duduk-duduk di warung kopi. Pada saat itu, di dalam warung kopi ada dua orang teman terdakwa.

Dijelaskan, bahwa, kedua orang temannya itu, sedang asyik menikmati sabu-sabu bersama-sama. Kepada majelis hakim, terdakwa Ragil Putra Aminardi mengaku, bahwa ia tidak ikut pesta sabu. Terdakwa mengaku sudah mengkonsumsi sabu-sabu tiga jam sebelumnya.

Hakim Dwi Purwadi kemudian bertanya ke terdakwa. Dalam penggerebekan itu, siapa saja yang tertangkap? Atas pertanyaan ini, terdakwa menjawab Gus Cindi dan dirinya yang ditangkap polisi.

“Lalu, temanmu yang bernama Andik kemana? kok bisa temanmu itu lolos dari penggerebekan polisi, padahal Andik kan sedang pesta sabu dengan Gus Cindi? Waktu penggerebekan itu, jumlah polisinya kan banyak sedangkan kalian hanya bertiga,” ujar hakim Dwi Purwadi penuh tanya.

Atas pertanyaan ini, terdakwa hanya bisa menunduk dan tidak menjawab. Terdakwa hanya mengatakan, saat digrebek, polisi menemukan satu poket sabu yang beratnya 0,75 gram beserta pembungkusnya, di dalam lemari.

Terdakwa pada persidangan ini juga mengaku, jika sabu-sabu itu ia beli dari Andik yang melarikan diri tersebut, hasil patungan dengan Gus Cindi. Terdakwa Ragil dan Gus Cindi masing-masing memberikan uang Rp. 500 ribu untuk membeli sabu-sabu. (dwi)