Akibat Turut Berpesta Sabu Dengan Majikan, Seorang Petani Dijerat Hukum

Surabaya (wartasas.com) – Melanjutkan sidang dugaan penyalahgunaan tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh terdakwa Achmad Siswandi alias Ajis alias Wawan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Sidang terbuka untuk umum lanjutan yang digelar pada Rabu, 19 Juli 2017 di ruang sidang Garuda 2 PN Surabaya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi dua orang polisi dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Jatim yang melakukan penangkan atas diri terdakwa.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Dwi Winarko, dua orang polisi yang melakukan penangkapan tersebut menjelaskan banyak hal termasuk awal mula penangkapan, bagaimana proses penangkapan dan banyaknya barang bukti narkotika yang didapati pada diri terdakwa.

Kehadiran terdakwa semakin perhatian pengunjung sidang, dikarenakan terdakwa Achmad Siswandi alias Ajis alias Wawan mengungkapkan adanya ketidak adilan yang ia terima dalam kasus ini sehingga hanya dirinya yang disidangkan dan harus didudukkan sebagai terdakwa.

Terdakwa yang merupakan warga Desa Wringinanom Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo ini menjelaskan bahwa sabu-sabu itu sebenarnya milik majikannya yang bernama Adam. Dan majikannya  adalah anggota kepolisian yang bertugas di Polsek Panarukan.

“Saya ini seorang petani yang menggarap sawah milik majikan saya yaitu mas Adam. Waktu masa Adam menelpon saya, saya sedang menggarap sawahnya. Lalu mas Adam menyuruh saya untuk segera pulang,“ kata terdakwa.

Selanjutnya dijelaskan, sesampainya di rumah, Adam dan Joni juga tiba dirumah. Ternyata, kedatangan keduanya ini untuk menggelar pesta sabu. Kemudian mereka melakukan pesta sabu bersama.

“Usai melakukan pesta sabu, saya kemudian ke kamar mandi. Saat saya berada di dalam kamar mandi, saya kemudian digrebek polisi. Kemudian saya di bawa ke kamar tempat kami melakukan pesta sabu tadi,“ terang terdakwa.

Uniknya dan yang membuat majelis hakim heran, meskipun terdakwa yang diketahui seorang petani dan memahami bahwa mengkonsumsi narkoba berjenis sabu itu dilarang tapi juga ikut melakukan pesta sabu.

Menurut penuturan terdakwa, dia tidak berani menolak ajakan majikannya yaitu Adam untuk berpesta sabu, karena dia masih bekerja ikut Adam.

Anehnya juga, majelis hakim tidak memerintahkan JPU untuk menghadirkan Adam, yang menurut pengakuan saksi dua polisi yang melakukan penangkapan, turut ditangkap bersama terdakwa. Usai mendengarkan kesaksian terdakwa, majelis hakim malah memerintahkan JPU untuk membacakan surat tuntutannya pada persidangan minggu depan.

Dalam surat dakwaan yang disusun Jaksa Mahfud Effendi dan Achmad Alikan itu juga dijelaskan bahwa terdakwa ditangkap polisi, Kamis (16 Februari 2017) disebuah rumah yang beralamat di Desa Wringinanom Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo.

Untuk diketahui, berdasarkan surat dakwaan setebal 4 lembar ini dijelaskan, bahwa terdakwa Achmad Siswandi alias Ajis alias Wawan dalam dakwaan kesatu, melanggar pasal 114 ayat (2) UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Terdakwa juga didakwa dalam dakwaan kedua, melanggar pasal 112 ayat (2) UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (wdd)