6 Pria Bejat, Tega Memperkosa Gadis di Bawah Umur

Surabaya (wartasas.com) – Peringatan bagi orang tua untuk lebih extra dalam pengawasan sekaligus peringatan bagi remaja putri untuk lebih berhati hati dalam memilih pergaulan. Pasalnya, apabila salah dalam memilih pergaulan, akan mengakibatkan kerugian yang fatal.

Hal tersebut dialami oleh remaja putri sebut saja bunga (14thn) yang masih duduk dibangku SMP kelas 2, lantaran salah dalam pergaulan akhirnya menjadi korban pemerkosaan.

Gadis yang masih dibawah umur tega dijadikan budak napsu secara bergiliran oleh 6 pria usai pesta miras di gedung kosong Sekolah TK di Jalan Tambak Wedi Kenjeran, Surabaya pada Selasa lalu, 22 Agustus 2017.

Tertangkapnya 3 pelaku pemerkosaan menurut laporan dari Humas Polres Tanjung Perak Surabaya Akp Sugiati dalam kesempatan press realese, menyampaikan, bahwa aksi bejat keenam pelaku pada Selasa, (22/8) dapat dihentikan oleh petugas, saat Satresmob Polres Pelabuhan Tanjung Perak sedang melakukan patroli rutin.

“Pada saat petugas berpatroli di sekitar Jalan Tambak Wedi Kenjeran, petugas memergoki para pelaku sedang membopong korban. Petugas curiga dengan tindakan para pelaku yang sedang membopong korbang yang dalam keadaan mabuk.” Kata Akp Sugiati dalam press realese di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat, (29/9/17).

“Melihat kedatangan petugas yang secara tiba tiba, membuat para pelaku langsung kocar kacir dan berusaha melarikan diri. Namun, Satresmob Polres Pelabuhan Tanjung Perak dengan sigap langsung menangkap para pelaku,” tambahnya.

Namun, ketika hendak diamankan petugas, ketiga pelaku dapat lari meloloskan diri dan tiga pelaku lainnya berhasil diamakan oleh petugas.

Ketiga pelaku yang berhasil diamankan yaitu, M. Juhri (24) Warga Sampang Madura, M. Ismail (21) Warga Bulak Banteng, M. Halim (20) Warga Kapas Madya. Untuk ketiga pelaku lainnya petugas sudah mengantongi identitasnya dan masuk daftar pencarian orang (DPO) yaitu SF, MP, serta JR.

Atas perbuatan para pelaku yang dengan sengaja melakukan tindakan asusila, ketiga pelaku akan dijerat dengan pasal 81 den 82 UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 ( lima belas) tahun penjara. (wdd)