Sosialisasi UU No. 24 Tahun 2013 Tentang Status Kependudukan Sebagai Syarat Pernikahan.

Gresik (wartasas.com) – Adanya pemberlakuan peraturan baru tentang syarat – syarat pernikahan beberapa bulan terakhir dan minim nya sosialisasi membuat resah  para kesrah atau moden nikah di kabupaten Gresik khususnya wilayah kecamatan Balongpanggang. Kita merasa di persulit dengan aturan baru ini sebab kami belum pernah di kasih sosialisasi terkait aturan ini. ” ungkap Qhosim (moden desa Klotok).

Namun menurut Abd Qodir  ketua KUA (Kantor Urusan Agama) kecamatan Balongpanggang, tentang sosialisasi Undang-undang no 24 tahun 2013 sebenarnya sudah pernah di sosialisasikan di hadapan para Kepala Desa se – kecamatan ketika ada acara di Pendopo Kecamatan Balongpangang di awal tahun 2017. Mungkin para kepala Desa lupa atau belum sempat menyampaikan tentang syarat – syarat nikah yang ada perubahan terkait Undang – Undang no 24 Tahun 2013.

Khusaini pegawai Kua kecamatan Balongpangang melihat banyaknya kegaduhan dalam urusan pernikahan ini membuat pihak KUA kecamatan Balongpangang mengambil sikap dengan mengundang para moden nikah atau kesrah sekecamatan Balongpangang untuk sosialisasi ulang hasil kesepakatan DISPENDUK dan KEMENAG Gresik tentang Undang – Undang no 24 Tahun 2013 sebagai syarat pernikahan. Hasil dari pertemuan tersebut akhirnya di perjelas dan di pertegas mengenai acuan untuk pencatatan di buku nikah sesuai undang-undang no 24 tahun 2013 yaitu Kartu Keluarga sebagai acuan Utama. Jika ada berbedaan nama antara kartu keluarga dengan data lainya harus diselesaikan atau di betulkan sebelum data masuk ke KUA. ( IMR )