Saham PT Hikam di Gugat, Sengketa antar Ahli Waris

Lembata (wartasas.com) –  PT Hikam selaku pengelolah SPBU dan selaku agen tunggal Premium, Solar dan Minyak Tanah di kabupaten Lembata diwarnai sengketa dan gugatan antar para ahli waris. Hal itu ditandai dengan pendaftaran gugatan pembagian warisan atas saham PT Hikam di Pengadilan Agama Lewoleba pada Rabu, 28 November 2017. Hal itu dibenarkan Juprians Lamablawa, SH.,MH dari Law Firm Akhmad Bumi & Rekan selaku Kuasa Hukum dari Nurhayati, SE binti Amirudin dan Naimah binti Amirudin saat ditemui di Lewoleba, 28/11/2017.  “Benar kami selaku kuasa hukum Nurhayati, SE dan Naimah telah mendaftarkan gugatan Pembagian Warisan atas Saham PT Hikam di Pengadilan Agama Lewoleba siang tadi, yang digugat Muhamad Nasyir bin Amirudin, dia selaku tergugat”, kata Jupri.

Adalah saham milik Hj. Siti Rohaniah Amirudin yang merupakan ibu kandung penggugat dan tergugat belum dibagi kepada ahli waris yang berhak. Dan tergugat menguasai sepenuhnya saham Hj. Siti Rohaniah tersebut dan tidak ingin dibagikan kepada para penggugat yang juga sebagai ahli waris sah dari pewaris. Pihak ketiga sudah berupaya mendamaikan, memediasi mereka tapi selalu menemui jalan buntu, tidak ada titik temu. Tergugat bersikukuh bahwa para penggugat sebagai anak perempuan dari pewaris dan sudah menikah, olehnya tidak memiliki hak lagi atas waris tersebut, urainya. Tergugat menguasai sepenuhnya saham tersebut tapi pada tgl 17 Agustus 2017, tergugat membuat surat pernyataan penolakan warisan, tandatangan diatas materai 6000. Surat pernyataan tersebut berisi tergugat tidak meminta atau menuntut warisan peninggalan orang tua H. Amirudin Haji Syafrudin dan Mama Hj. Siti Rohaniah Amirudin.

Menurut Juprians,  surat pernyataan yang dibuat diatas materai 6000 memiliki pembuktian yang sempurna seperti Akta Otentik, hal itu diatur dalam Pasal 1875 BW jo Putusan Mahkamah Agung RI No. 1043 K/Sip/1971 jo pasal 2 ayat (1) huruf a UU No. 13 tahun 1985 tentang Bea Materai jo Pasal 2 ayat (1) PP No. 24 tahun 2000 tentang Perubahan Tarif Bea Materai dan Besarnya Batas Pengenaan Harga Nominal yang dikenakan Bea Materai, olehnya surat pernyataan tolak warisan yang ditandatangani diatas materai oleh Nasyir tersebut otentik, tuturnya.

Hal demikian diamini koleganya Emanuel Belida Wahon, SH. Wahon menjelaskan surat pernyataan tolak warisan tsb memiliki konsekwensi hukum. Konsekwensinya tergugat telah melepaskan tanggungjawabnya sebagai ahli waris, harta peninggalan dibagi seolah-olah ahli waris yang telah menolak warisan tsb tidak ada. Artinya ahli waris yang menolak warisan tersebut dianggap tidak pernah ada, haknya gugur, tegas Wahon. Menurut Wahon, para ahli hukum waris Islam berpendapat membenarkan penolakan warisan oleh ahli waris. Para ahli membenarkan adanya Takharuj atau penolakan warisan. Surat pernyataan tolak warisan diatas bersifat otentik karena ditandatangani diatas materai 6000, itu sah. Hal itu membawa akibat hukum berupa hilangnya hak sebagai ahli waris, menurut para ahli itu sikap terpuji, urai Wahon.

Dalam mediasi oleh Pengadilan Agama, masih ada ruang diantara mereka para ahli waris untuk berdamai, jika tidak berdamai maka dipastikan Muhamad Nasyir Amirudin kehilangan haknya untuk tidak menerima warisan dari pewaris Hj. Siti Rohaniyah Amirudin, tandasnya. Juprians mengatakan, gugatan ini adalah pembagian warisan atas saham, olehnya menjadi kompetensi Pengadilan Agama, bukan pengalihan hak atas saham yang tunduk pada UU Perseroan. Para ahli waris sah dengan sendirinya karena hukum memperoleh hak milik atas segala barang, segala hak, dan segala piutang si meninggal. Segala hak tsb termasuk saham, sebagai harta warisan yang sifatnya tidak berwujud karena dalam bentuk surat-surat berharga, urainya. Menurut Jupri, pembagian menurut hukum waris Islam adalah dua berbanding satu. Laki-laki mendapat dua bagian dan perempuan mendapat satu bagian. Karena Nasyir sebagai ahli waris mengundurkan diri sebagai ahli waris, maka tinggal dibagi dua kepada dua anak perempuan pewaris, tata cara pembagian sesuai pasal 176 KHI, tandasnya. ( AR )