Pemkot Naik Banding Atas Sengketa Tanah Milik Marvel City

Surabaya (wartasas.com) – Sengketa kepemilikan sertifikat lahan tanah dijalan Upajiwa yang sekarang dibangun Marvel City Mall Surabaya, masih terus berguling dengan pihak Pemkot Surabaya, yang sebelumnya sudah kalah dalam gugatan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebelumnya, Pemkot Surabaya sudah pernah mempermasalahkan, namun gugatannya dinyatakan kalah di Pengadilan Negeri Surabaya, dimana sertifikasi lahan Jalan Upajiwa-Surabaya dinyatakan sah milik Marvell City Mall Surabaya. Namun, pihak Pemkot Surabaya kembali mengajukan banding.

Salah satu Direkur Marvell City, Edi Purbowo, mengatakan, bahwa pihak Marvel City sangat optimis hak banding yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya ke Mahkamah Agung tetap akan kalah. Dan, Managemen Marvel City optimis akan menangkan masalah hukum atas banding Pemerintah Kota Surabaya ke Mahkamah Agung (MA).

“Karena secara fakta, Pemkot Surabaya lemah tidak bisa menunjukkan sertifikat kepemilikan lahan Jalan Upajiwa.” Ucap Edi ketika dijumpai dikantornya, Selasa lalu, (10/1//17).

“Hak kepemilihan tanah yang menentukan adalah pengadilan, nah saat ini sudah ada keputusan dari Pengadilan Negeri Surabaya yang menyatakan lahan Jalan Upajiwa di samping Marvell City sah milik Marvell City,” tambahnya.

Setelah kalah, Pemkot melakukan banding ke MA, dan hasil dari MA tentu masih menunggu dua atau tiga bulan. Sedangkan, persoalan sengketa lahan Jalan Upajiwa di samping Marvell City sebenarnya sudah jelas tidak ada yang ditutupi, karena Marvell City memiliki sertifikat lahan Jalan Upajiwa tersebut.

“Status tanah sertifikat kan sama digunakan untuk jalan umum bukan dikuasai sendiri oleh Marvell City. Lagi pula selama ini Pemkot Surabaya tidak pernah sama sekali melakukan perawatan jalan Upajiwa ini kan jalan Provinsi, bukan jalan kampong,” pungkas Edi.

Marvell City memiliki bukti kuat kepemilikan lahan Jalan Upajiwa. Bukti-bukti tersebut diantaranya, peta bidang yang diajukan ke Badan Pertanahan Nasional (BPS) Surabaya. Marvel City diketahui  mempunyai hak penguasaan tanah tersebut selama dua puluh tahun.

“Bukti kedua, kita punya bukti bahwa warga disekitar mengakui bahwa tanah jalan Upajiwa dulunya adalah milik perusahaan Anker Bir, jadi tanah itu aslinya memang lokasi untuk industri bukan jalan umum, ini bukti yang kita miliki,” urainya.

Sementara bukti yang diajukan oleh Pemkot Surabaya hanya Simbada atau Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah, tapi catatan asal Simbada tersebut pun nol.

Lahan Upajiwa menurut historisnya memang milik Marvell City. Dan, juga digunakan buat jalan umum, bukan seratus persen untuk Marvell. (wdd)

Add a Comment