Massa Memadati Jalannya Sidang Perdana Chin Chin

Surabaya (wartasas.com) – Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada Rabu, 14 Desember 2016, tiba tiba sesak dipadati oleh banyaknya pengunjung sidang. Pengunjung rela berdesak desakan hanya untuk menyaksikan jalannya persidangan perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait mantan Direktur Utama (Dirut) PT. Blauran Cahaya Mulia (BCM),  Trisulowati Jusuf alias Chin Chin .

Kehadiran massa yang datang untuk memberikan dukungan kepada Chin Chin sebenarnya sudah nampak beberapa saat sebelum persidangan Chin Chin dimulai.

Massa yang mayoritas wanita setengah baya yang mengenakan hijab ini mulai berdiri berjajar ke lorong yang menuju ke ruang tahanan sementara PN Surabaya. Ada yang menangis dan berteriak memberikan dukungan untuk Chin Chin ketika terdakwa dugaan pencurian dalam keluarga ini mulai turun dari mobil tahanan dan berjalan ke ruang tahanan sementara.

Pada persidangan yang terbuka untuk umum yang digelar di ruang sidang Tirta 2 PN Surabaya ini, Jaksa Sumantri dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya yang ditunjuk sebagai JPU, mendakwa Trisulowati Jusuf alias Chin Chin dengan pasal 367 ayat (2) Jo pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHP untuk dakwaan pertama dan pasal 376 Jo pasal 374 KUHP untuk dakwaan kedua.

Dalam surat dakwaan sebanyak delapan lembar dan ditanda tangani Jaksa Sumantri ini dijelaskan, salah satunya bahwa terdakwa Trisulowati alias Chin Chin telah mengambil sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimilikinya secara melawan hukum.

“Bahwa berawal pada tanggal 15 Pebruari 2016 saat itu saksi Gunawan Angka Widjaja selaku komisaris PT BCM mengetahui adanya dept colector dari suplayer PT BCM yang melakukan penagihan kepada Agus Suhendro selaku Direktur PT BCM dan terdakwa selaku Dirut sekaligus isteri Gunawan sebesar Rp 700 juta.” Kata Jaksa Sumantri ketika membacakan surat dakwaannya.

Masih dalam surat dakwaan JPU, setiap saksi Gunawan bertanya hasil laporan keuangan ke terdakwa selalu terdakwa menjawab kenapa tidak percaya pada isterinya. Terdakwa malah meminta uang sebesar Rp 8,5 milyar dan dipenuhi permintaan tersebut dan terdakwa berjanji akan membuat laporan keuangan.

Di dalam surat dakwaan JPU ini juga dijelaskan, bagaimana terdakwa Trisulowati alias Chin Chin mengatakan nanti kalau sudah ada uang pikiran jadi tenang dan baru tenang kalau membuat laporan keuangan.

Pada 7 Juni 2016 saksi Gunawan membuat permintaan tertulis mengenai laporan keuangan mulai tahun 2013 sampai 2016 (keluar masuk uang) baik dalam perusahaan property maupun Empire Palace, namun tetap tidak dibuat oleh terdakwa, bahkan terdakwa malah marah-marah dan bersikukuh tidak membuatnya.

Pada kesempatan ini, Pieter Talaway, salah satu penasehat hukum terdakwa Trisulowati meminta waktu kepada ketua majelis hakim selama satu minggu untuk membuat eksepsi nota keberatan. Pieter Talaway mengaku bahwa surat dakwaan terdakwa Trisulowati alias Chin Chin baru diterima tim penasehat hukum dua hari menjelang pembacaan dakwaan.

Selain meminta waktu satu minggu untuk menyusun nota keberatan, tim penasehat hukum terdakwa Trisulowati alias Chin Chin juga mempertanyakan kembali terkait permohonan penangguhan penahanan terdakwa Trisulowati. (wdd)

Add a Comment