Masa Depan Gemilang Tanpa Penularan HIV

Surabaya (wartasas.com) – Jumlah ODHA di Jawa Timur sudah mencapai angka sebanyak 54,275 jiwa, terhitung dari sejak tahun 1989 hingga September 2016 ini. Dari jumlah tersebut, yang mengidap HIV mencapai 36.881 jiwa. Sedangkan yang divonis AIDS sebanyak 17.394 orang.

Itu itu, pada Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap 1 Desember, pada Kamis, 1 Desember 2016 di Halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo kembali meraih penghargaan tingkat nasional atas kepeduliannya terhadap HIV-AIDS melalui program dan kebijakan yang dilakukannya.

Acara untuk memperingati Hari AIDS Sedunia, turut dihadir Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Ketua Komisi HIV-AIDS Provinsi Jawa Timur Saifullah Yusuf, Ketua TP PKK Prov. Jatim Bude Karwo dan Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) V Surabaya Laksamana Pertama TNI Edi Sucipti, S. E., serta jajaran tinggi TNI AL dan AD.

????????????????????????????????????

Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo menerima Penghargaan Kepala Daerah Peduli Pencegahan dan Pengendalian HIV (P2HIV) dari Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek saat Puncak Peringatan Hari AIDS Sedunia 2016 di Halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan kepada Gubernur Jawa Timur, atas upaya percepatan pencapaian akses universal layanan tes HIV dan pengobatan antiretroviral (ARV) di semua kabupaten/kota di Jatim.

“Pemprov Jatim memberikan perhatian serius pada upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dengan membuka akses seluas-luasnya pada masyarakat untuk mendapatkan informasi. Tujuannya guna memberikan pemahaman yang benar tentang upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini, sehingga bisa melindungi diri dari bahaya penularannya.” Ucap Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim, Kamis, (1/12/16).

b

“Ini semua tidak terlepas dari upaya seluruh bupati/walikota terkait dengan kesiapan kabupaten/kota se-Jatim memberikan pelayanan kepada pasien HIV-AIDS. Selain dalam upaya percepatan penemuaannya, tetapi juga pada jaga mutu layanan dan kesinambungan pengendalian HIV-AIDS di Jatim,” tambahnya.

Ketua Komisi HIV-AIDS Provinsi Jawa Timur Saifullah Yusuf menerangkan, untuk kasus orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Jawa Timur memang mengalami peningkatan.

“Dari 17.394 jiwa yang terdata sejak 27 tahun ini, yang meninggal dunia sebanyak 3.679 orang. Sedangkan anak yang terkena AIDS sebanyak 615 jiwa. Sementara kasus AIDS pada ibu rumah tangga sekitar 17,92 persen atau 2.944 jiwa,” urai Gus Ipul.

Tema Nasional Hari AIDS Sedunia Tahun 2016 adalah “Mari Kita Berubah, Masa Depan Gemilang Tanpa Penularan HIV”.

HIV masih bisa disembuhkan dengan diobati, disuntik, supaya bisa bertahan. Sedangkan, AIDS bisa ikut program rehabilitasi. (dwi)

Add a Comment