Maruli : Fauzi Telah Mencoreng Nama Baik Kejaksaan

Surabaya (wartasas.com) – Dalam laporan akhir tahun, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur kembali menyampaikan hasil laporan kinerja Kejati Jatim selama periode 2016 kepada publik melalui media massa.

Presscon yang digelar, Jumat, 30 Desember 2016 dikantor Kejati Jatim di Jalan Ahmad Yani Surabaya, dihadiri langsung Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung didampingi Wakil Kepala Kejati Jatim serta Bagian Tata Usaha, Asintel Tindak Pidana Umum, Asisten Pinsus dan Asintel.

Seperti yang disampaikan Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung bahwa pihak Kejati Jatim akan terus berusaha memperbaiki kinerja dari semua anggota yang berada di Kejati Jatim.

“Memang kita akui masih saja ada oknum oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk berbuat yang tidak sesuai aturan sehingga melanggar aturan yang berlaku.”Ucap Maruli ketika menyampaikan laporan dalam presscon, Jumat, (30/12/16).

“Saya juga heran, padahal hobby saya itu menangkap orang, tapi kok pejabat juga belum kapok untuk berhenti melakukan korupsi. Tapi, saya akan bertindak tegas dan tidak perduli siapapun itu yang berbuat, termasuk anggota yang ada dalam Kejati Jatim,” tambahnya.

Seperti contoh yang sudah terjadi, kata Maruli, Kepala Kejati Jatim mencoba mengklarifikasi terkait ulah anak buahnya, yaitu jaksa Ahmad Fauzi yang terlibat kasus pemerasan Rp1,5 miliar.

“Kami mohon, agar tidak dikaitkan dengan kasus pemerasan Rp1,5 miliar yang dilakukan jaksa Ahmad Fauzi. Fauzi. Memang kinerjanya sangat cepat dan bagus, namun sayang moralnya bejat. Dan dia itu telah mencoreng muka saya sebagai Kepala Kejati Jatim,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Kepala Kejati Jatim dalam menangani kasus tidak tebang pilih, terbukti, mengetahu Ahmad Fauzi melakukan tindak kesalahan, Maruli langsung memerintah Asisten Intelijen Kejati Jatim Eddy Birton untuk menangkap Fauzi.

Maruli menegaskan, perbuatan Fauzi sudah mencoreng nama kejaksaan. Namun berkas perkara sudah dilimpahkan kepada Kejagung, dengan alasan agar tidak terjadi pemikiran tebang pilih dalam menangani kasus.

Kejati Jatim juga menambahkan, bahwa tahun 2016 Kejati Jatim mendapatkan Penghargaan no 1 dalam penanganan kasus yang terbaik se Indonesia.

Kepala Kejati Jatim, juga angkat bicara soal bebasnya La Nyalla. Sebagaimana diketahui, selama ini Maruli mengaitkan “kemenangan” La Nyalla de­ngan hubungan kekerabatan antara La Nyalla dan Ketua MA Hatta Ali. Maruli menegaskan akan kembali menyeret La Nyalla Mattalitti ke pengadilan.

Menurut dia, La Nyalla akan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pencucian uang dalam penyelewengan dana hibah Kadin Jatim. Pengusutan terhadap La Nyalla terus berjalan. Bahkan, dalam presscon, Maruli sudah merencanakan langsung penetapan tersangka pada awal 2017. (wdd)

Add a Comment