Komisaris Utama PT. Energi Lestari Sentosa Terbebas Dari Pidana

Surabaya (wartasas.com) – Komisaris Utama PT. Energi Lestari Sentosa (ELS) Eunike Lenny Silas akhirnya dapat bernafas lega. Pasalnya, Bayang-bayang pidana yang selama ini membelenggu Eunike Lenny Silas akhirnya terlepas.

Pernyataan kasasi yang diucapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) akhirnya dibatalkan atau tidak jadi dilaksanakan, pada pembacaan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang digelar Minggu (21/5).

Pencabutan kasasi oleh JPU dibenarkan ketua tim penasehat Eunike Lenny Silas, Harja Karsana Kosasih, SH, usai persidangan dengan mengatakan, adanya pernyataan pencabutan kasasi oleh JPU itu akhirnya membuktikan bahwa Eunike Lenny Silas tidak pernah melakukan perbuatan pidana, sebagaimana dituduhkan kepadanya.

“Pencabutan pernyataan kasasi JPU itu tertuang dalam putusan PN Surabaya yang kami terima beberapa hari yang lalu. Dalam salinan putusan yang kami terima itu dijelaskan, dalam putusan nomor : 871/Pid.B/2016/PN.Sby tertanggal 03 Januari 2017 tersebut memang benar bahwa jaksa yang mengajukan kasasi terhadap putusan PN Surabaya tanggal 12 Januari 2017, akhirnya mencabut kasasi tersebut,“ kata Kosasih.

“Mewakili Eunike Lenny Silas, kami sangat senang dan mengapresiasi pencabutan kasasi tersebut karena sejak awal kami sudah menyatakan bahwa dalam perkara yang menimpa Eunike Lenny Silas ini tidak ada unsur pidana. Eunike Lenny Silas bahkan menjadi korban penipuan dan penggelapan, namun kasusnya dipaksakan hingga akhirnya disidangkan di PN Surabaya,“ tambahnya.

Masih kata Kosasih, berdasarkan salinan putusan ini juga dijelaskan, bahwa pencabutan kasasi oleh jaksa itu terjadi Rabu (8/3/2017). Dengan adanya pencabutan kasasi tersebut maka putusan majelis hakim PN Surabaya yang memeriksa dan memutus perkara ini sudah berkekuatan hukum tetap sejak tanggal 08 Maret 2017.

Berkaitan dengan tudingan adanya hutang piutang yang dilakukan Eunike Lenny Silas sehingga merugikan Tan Pauline alias Pauline Tan, Kosasih dengan tegas membantahnya. Advokat dari kantor pengacara H.K. Kosasih, SH, M. Hum & Partners bahkan mengatakan jika saat ini Tan Pauline dalam kondisi yang sangat berat.

Berdasarkan surat teguran ke-III dari kantor pengacara Aditya & Partners yang ditanda tangani Aditya Nurcahyadi Putra, SH dan Ade Dharma Maryanto, SH, lanjut Kosasih, dinyatakan bahwa Tan Pauline telah melakukan pemotongan uang kliennya, yaitu PT. Central Niaga Mandiri sebesar Rp. 2,5 miliar itu dalam rangka pelaksanaan penjaminan atas pembelian batubara, terkait empat Bilyet Giro yang diserahkan Eunike Lenny Silas cq PT. ELS selaku pembeli.

Masih menurut isi surat teguran ketiga Aditya Nurcahyadi Putra ini, menurut hukum, uang sebesar Rp. 2,5 miliar tersebut wajib dikembalikan Tan Pauline kepada PT. Central Niaga Mandiri secara sekaligus mengingat Eunike Lenny Silas dan Tan Pauline sudah ada kesepakatan pelunasan hutang piutang sehingga uang jaminan PT. Central Niaga Mandiri tersebut sudah tidak diperlukan lagi dan wajib untuk dikembalikan. (wdd)