Kejati Kabulkan Penangguhan Penahanan Dahlan Iskan

Surabaya (wartasas.com) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur akhirnya mengabulkan permohonan penangguhan penahanan yang diajukan pihak keluarga Dahlan Iskan.

Persetujuan tersebut dilakukan karena, melihat dari kondisi Dahlan Iskan yang dikhawatir akan makin memburuk selama dilakukan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I-A Medaeng.

Perihal dikabulkannya permohonan penangguhan penahanan tersebut disampaikan Kasi Penyidikan (Kasidik) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim Dandeni Herdiana, Senin, 31 Oktober 2016, sekitar pukul 21.30 wib.

“Permohonan penangguhan penahanan Dahlan Iskan dari tahanan Rutan menjadi tahanan kota ini sebenarnya sudah diajukan pihak keluarga sejak pukul 15.00 wib, saat penyidik Pidsus Kejati Jatim masih melakukan pemeriksaan terhadap Dahlan Iskan dengan status tersangka.” Kata Dandeni menjelaskan.

“Akhirnya, kami mengabulkan permohonan pihak keluarga itu dan menangguhkan Dahlan Iskan pukul 21.00 wib. Untuk mengubah status penahanan Dahlan Iskan dari tahanan rutan menjadi tahanan kota, Kejati Jatim harus meminta persetujuan Kejaksaan Agung (Kejagung) terlebih dahulu, jadi bukan hanya ijin dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim saja,“ tambahnya.

“Selain itu, kami juga mempertimbangkan kondisi Dahlan Iskan sebagai pasien transplantasi hati, yang sangat beresiko tinggi tertular penyakit, sebagai dampak transplantasi hati yang pernah dilakukannya beberapa tahun lalu, “ jelas Dandeni.

Meski status penahanan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggantikan Mustafa Abubakar tahun 2011 ini sudah beralih dari tahanan rutan menjadi tahanan kota, Dahlan Iskan dikenakan wajib lapor.

“Kami masih mengenakan wajib lapor kepada Dahlan Iskan dua kali dalam seminggu, setiap Senin dan Kamis sampai perkara ini kami limpahkan ke pengadilan tipikor untuk disidangkan,“ ungkap Dandeni.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Romy Arizyanto mengatakan, kendati penahanan Dahlan dialihkan, namun penyidikan kasus dugaan korupsi pelepasan aset negara yang dikelola PT PWU, menjadikan Dahlan Iskan sebagai tersangka dan harus ditahan ini akan tetap berjalan.

Untuk diketahui, sejak awal ditahan di Rutan Medaeng, Kamis malam tanggal 27 Oktober 2016, Dahlan langsung ditempatkan di poliklinik rutan, bukan di sel tahanan. Hal ini dilakukan setelah dokter Kejaksaan mengeluarkan rekam medis, dimana di rekam medis itu dinyatakan bahwa diperlukan penanganan khusus terhadap Dahlan Iskan. (Lin/wdd)

Add a Comment