Demi 15 Juta, Nekad Simpan Sabu di Dalam Alat kelamin

Surabaya (wartasas.com) – Akibat tergiur uang sebesar 15 juta, wanita berkebangsaan Indonesia namun lahir dan tinggal di malaysia nekat menyelundupkan narkoba jenis sabu ke Indonesia dengan cara disimpan di dalam alat kelaminnya.

Akibat ulahnya tersebut, Norlisa (21) ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Internasional, Juanda kemudian diserahkan ke Direktorat Narkoba Polda Jatim. Dan saat ini perkaranya disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Sidang yang digelar Selasa, 21 Nopember 2017, di ruang sidang Tirta 2, PN Surabaya, Jaksa Suci Anggraeni yang ditunjuk sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tiga orang saksi yaitu Risdianto anggota Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Timur, Pandhu Yudha Satria, dan Katarina Choirunil Wasila, dua orang anggota Bea Cukai Juanda.

Dihadapan majelis hakim, tiga orang saksi yang diperiksa secara bersama-sama itu juga menjelaskan, bahwa terdakwa Norlisa diketahui memiliki dua paket sabu-sabu yang dimasukkan ke dalam balon karet warna kuning dengan berat 58,800 gram yang disimpan dalam kemaluannya dan balon karet warna merah muda dengan berat 59,90 gram disimpan dalam duburnya.

Mendengar kesaksian ketiga saksi tersebut membuat majelis hakim yang terdiri dari Sifau’rosidin, Agus Hamzah dan Isjuedi penasaran dan ingin mengetahuinya lebih banyak.

Hakim Agus Hamzah kemudian bertanya ke terdakwa Norlisa, apakah yang diucapkan ketiga saksi itu benar? Dengan wajah tertunduk, terdakwa Norlisa pun menganggukkan kepala. Hanya satu pernyataan dari ketiga orang saksi itu yang dibantahnya.

Dihadapan majelis hakim, terdakwa Norlisa membantah kesaksian ketiga orang saksi yang menyatakan bahwa dua paket narkoba yang berusaha ia selundupkan itu adalah milik suaminya.

“Sabu-sabu itu bukan milik suami saya, namun milik Samsul alias Kacong, orang Madura yang tinggal di Malaysia. Saya mengenal Samsul di sebuah club malam di Malaysia. Ketika bertemu, saya pun ditawari pekerjaan untuk  mengantarkan paket narkotika jenis sabu ke Indonesia,” tutur  Norlisa dengan wajah tertunduk.

Untuk jasa mengantarkan paket sabu-sabu ini, sambung Norlisa, saya iming-imingi atau dijanjikan imbalan Rp. 15 juta. Setelah di Indonesia, akan ada seseorang yang bernama Satuman yang akan menjemput.

Norlisa sendiri mengaku terpaksa menerima tawaran mengantarkan sabu-sabu tersebut ke Indonesia karena terpaksa. Penghasilan sang suami yang tidak menentu ditambah dengan gajinya sebagai seorang kasir di sebuah toko di Malaysia yang tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, membuat terdakwa Norlisa nekad sebagai kurir narkoba.

Lalu, bagaimana cara Norlisa memasukkan dua paket sabu-sabu itu, baik ke lubang kemaluannya maupun ke lubang duburnya? Wanita yang sebenarnya warga negara Indonesia namun kelahiran Malaysia ini kemudian mengatakan, bahwa dua paket sabu yang sudah dimasukkan ke balon karet tersebut sebelumnya dilumuri dengan handbody.

Untuk mengambilnya, terdakwa Norlisa sengaja menyisakan sedikit balon karet itu keluar, sehingga nantinya balon karet yang keluar itulah yang ditarik.

Diterangkan, bahwa, terdakwa Norlisa ditangkap di Bandara Juanda Surabaya, pada Kamis, (10/8/2017) sekitar pukul 09.15 wib di terminal II Kedatangan Internasional, Bandara Juanda, usai turun dari pesawat Lion Air, dengan nomor penerbangan JT0168X yang membawa terdakwa Norlisa dari Bandara Kuala Lumpur ke Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Dalam surat dakwaan yang disusun dan ditanda tangani Jaksa Suwanto dan Jaksa Suci Anggraeni dijelaskan, dalam dakwaan kesatu, terdakwa diancam pidana melanggar pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam dakwaan kedua, diancam pidana melanggar pasal 113 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Selain itu, dalam dakwaan ketiga JPU dinyatakan, terdakwa Norlisa juga diancam pidana melanggar pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (wdd)