BNNP Gagalkan Penyelundupan 7,3 Kg Narkoba di Pelabuhan Tanjung Perak

Surabaya (wartasas.com) – Berkat kerjasama dan kerja keras yang baik, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut berhasil mengungkap dan menggagalkan jaringan narkoba Internasional yang berusaha masuk di wilayah Jawa Timur melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Dalam kesempatan Press realese yang digelar pada Kamis, 11 Januari 2018 di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Perak, disampaikan kronologi penggagalan penyelundupan 7,3 Kg narkoba.

Tampak hadir Kepala BNN Pusat Komjen Pol Budi Waseso, Asintel Danlantamal V Kolonel Laut (T) Harlius Bachtiar, S.AP mewakili Danlantamal V, Dirjen Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai Wijayanta, Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Fatkhur Rahman, dan GM Pelindo III.

Dirjen Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai Wijayanta, dalam paparannya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap BNNP Jatim, Bea Cukai dan TNI Al yang telah berhasil mengungkap peredaran gelap narkoba di Surabaya dengan barang bukti 7,3 kg methamphetamine (sabu).

“Sabu seberat 7,3 kg itu jika dinilai dengan uang rupiah seharga 14,6 miliar. Penggagalan peredaran gelap sabu ini bisa menyelamatlan 29 ribu orang. Ini prestasi luar biasa yang sudah dilakukan BNN, Bea dan Cukai dan TNI,” kata Widjayanta dalam paparannya, Kamis, (11/01/18).

“Sabu yang dipasok dari Malaysia dan diamankan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, jika sampai beredar dan dikonsumsi masyarakat Indonesia sangat berbahaya,” tambahnya.

Masih menurut Dirjen Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai bahwa, wilayah Jatim dan Indonesia Timur jadi wilayah sasaran peredaran narkoba. Sudah ada sebanyak 370 kasus narkoba yang terjadi ditahun 2017. Dan, baru saja masuk ditahun 2018 sudah mengungkap jaringan internasional dengan barang bukti sabu 7,3 kg.

Perlu diketahui, peredaran Narkoba jenis Methamphetamin seberat 7,3 kg yang dibawa oleh ABK MV. Selasih berinisial ARW di kirim dari Malaysia menuju Banjarmasin Kalsel yang kemudian dikirim ke Jawa Timur melalui jalur laut menggunakan kapal Ferry sampai di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Pada tgl 5 Januari 2018 sekira pukul 19.00 wib tim gabungan BNNP dan DJBC menangkap dua penumpang KM. Niki Sejahtera berinisial ZN dan RHM yang diduga sebagai kurir serta HSN yang bertugas menjemput kurir tersebut.

Pada saat yang sama diketahui juga otak pelaku peredaran Narkoba yang berinisial HMD dan IB menunggu dan mengawasi proses penjemputan di dalam kendaraan Honda CRV nopol M 806 HA.

Dari hasil penindakan dan penangkapan didapati satu tas berisi 7 bungkus plastik kemasan susu berisi Methamphetamin seberat total 7.3 Kg. Sedangkan pengendali jaringan Narkotika berinisial HMD dan IB ditembak mati oleh petugas gabungan karena melarikan diri dan melakukan perlawanan pada saat ditangkap di daerah jalan Pacar Kembang Surabaya. (Tls)