Berkat CCTV, Satreskrim Polrestabes Surabaya Dapat Menangkap Pelaku Spesialis Pencurian Motor di Kosan

Surabaya (wartasas.com) – Beberapa kali lolos saat melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Kota Surabaya, akhirnya langkah tersangka Khoirul Anam (23) dapat dihentikan oleh satuan Reskrim Polrestabes Surabaya.

Tertangkapnya tersangka KA warga Jalan Tambak Wedi Surabaya, setelah adanya laporan dari korban atas nama Titin Eka (23) mahasiswi tinggal di rumah kost Jalan Lebak Jaya 2A no.54 Surabaya, yang kehilangan 1 unit kendaraan roda dua merk Honda Scopy nopol P-6733-KH.

Kanitresmob Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti dalam rilisnya menyampaikan bahwa, tertangkapnya tersangka KA selain karena adanya laporan dari korban juga berkat CCTV. Aksi KA saat melakukan pencurian terekam CCTV. Berdasar rekaman CCTV tersebut Tim satuan Reskrim Polrestabes Surabaya langsung memburu dan menangkap tersangka.

“Tersangka KA warga Jalan Tambak Wedi Surabaya, ternyata bukan pelaku tunggal. Masih ada dua pelaku lagi yang telah ditetapkan oleh satuan Reskrim Polrestabes Surabaya dan sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial HR dan JN,” ucap Bima dalam rilisnya di Polrestabes Surabaya, Senin, (11/02/19).

“Pihak Polrestabes Surabaya masih memburu dua buronan dalam kasus ini. Buronan berinisial HR tersebut berperan sebagai joki saat pencurian terjadi. Sedangkan, buronan berinisial JN berperan sebagai penadah motor curian,” sambungnya.

Menurut penuturan Kanitresmob Polrestabes Surabaya, komplotan tersebut merupakan spesialis pencurian motor di perumahan dan kos. Komplotan ini hunting ke sejumlah perumahan dan kos yang kondisinya sepi. Saat ada kesempatan, komplotan tersebut langsung beraksi dan berbagi tugas.

Dalam modus operandi diterangkan, pelaku menggunakan sepeda motor honda beat warna putih dengan nomor polisi L-6988-SX, untuk mencari sasaran. Setelah tiba di TKP pelaku melihat ada sepeda motor honda scopy nopol P-6733-KH yang diparkir didepan kost kosan dan kemudian tersangka HR merusak kunci pagar kost kemudian merusak kunci kontak dan kunci setir sepeda motor honda scopy tersebut dengan mengunakan kunci T yang telah disiapkan. Selanjutnya, tersangka KA mengendara sepeda motor L-6988-SX. Sdangkan tersangka HR melarikan diri dengan sepeda motor honda scopy nopol P-6733-KH milik korban. selanjutnya sepeda motor hasil curian tersebut dijual kepada JN (belum tertangkap) seharga Rp 3juta. Lalu, uang tersebut dibagi dua masing masing mendapat Rp 1500.000.

Tersangka ditangkap pada hari Rabu tanggal 6 Februari 2019 pukul 15.00 wib di Jalan Kedung Cowek Gg.III no.137 Surabaya. Sedangkan, BB yang disita dari tangan tersangka yaitu, 1(satu) STNK sepeda motor Honda Beat putih nopol L -6988-ZX, 1(satu) helm honda wama hitam, dan 1(satu) Jaket abu abu hitam serta 1(satu) rekaman CCTV.

“Sejak tahun 2018, mereka sudah beraksi di beberapa lokasi. Seperti, diwilayah Sukolilo, Mulyorejo, Gubeng, Tambaksari, kenjeran dan Simokerto Surabaya,” ungkapnya.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/ 16/B/ I / 2019 / JATIM/Restabes Surabaya, tanggal 11
Januari 2019 tentang Pencurian dengan Pemberatan, atas nama Pelapor TITIN EKA Sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHP tersangka KA diancam hukuman penjara selama lamanya 7 tahun. (wdd)