Berikan Rasa Nyaman, Polrestabes Surabaya Sidak Upal Pinggir Jalan

Surabaya (wartasas.com) – Tradisi membagi bagikan uang baru atau THR kepada para sanak saudara terutama anak anak sepertinya sudah menjadi hal wajib dilakukan setiap Hari Raya Idul Fitri. Hal ini sebagai symbol rasa syukur merayakan kemenangan akan datangnya lebaran. Sehingga, banyak masyarakat berbondong bondong melakukan penukaran uang baru.

Melihat fenomena tersebut, pihak Polrestabes Surabaya langsung melakukan himbauan kepada masyarakat luas khususnya warga Kota Surabaya untuk lebih hati hati dan waspada terhadap peredaran uang palsu (Upal) saat akan menukarkan uang.

Kasat Binmas Kompol M. Fathoni menghimbau agar masyarakat lebih memilih menukarkan uang ke bank bank yang telah ditunjuk secara resmi oleh Bank Indonesia. Agar, tidak terjadi kecurangan yang bisa saja diselipkan dalam tumpukan sejumlah uang asli saat transaksi penukaran uang.

“Oleh karena itu, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pihak Polrestabes Surabaya langsung turun jalan untuk melaksanakan sosialisasi dan patroli Upal di pinggir pinggir jalan. Dimana, banyak tumbuh penjual uang baru dadakan,” kata Kompol Fathini saat dijumpai disela sela patroli di Jalan Pahlawan Surabaya, Selasa, (14/05/19).

“Karena, selama bulan puasa dan jelang lebaran, peredaran uang cukup tinggi dan masyarakat memanfaatkan moment tersebut untuk menukarkan uang baru. Sehingga, moment seperti ini pula biasanya dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menyebarkan upal,” sambungnya.

Oleh karena itu, dihimbau kembali kepada masyarakat berhati-hati, juga para pedagang harus waspada karena pembeli membludak biasanya para pelaku mencari celah memberikan lembaran uang palsu.

“Apabila warga mengetahui dan menemukan uang palsu segera melapor ke kantor polisi terdekat. Dan, tidak perlu khawatir hanya sebatas melapor tidak ditangkap,” terangnya dengan tegas.

Andik (43) penyedia jasa penukaran uang baru yang biasa mangkal di Jalan Pahlawan Surabaya mengaku sudah lama menjalankan bisnis dadakan penukaran uang baru setiap menjelang lebaran ini.

“Resiko memang ada mas seperti adanya uang palsu. Tapi, saya punya cara tersendiri untuk menangkal uang palsu yaitu menggunakan lampu ultraviolet. Atau dengan teknik 3 D (Dilihat, Diraba, Ditrawang) seperti banyak dicontohkan di TV TV itu mas. Alhamdulilah aman,” ungkap Andik sambil tersenyum.

Untuk penukaran uang baru sendiri, masyarakat banyak menukarkan pecahan Rp 2 ribu,  Rp 5 ribu dan pecahan Rp 10 ribu. (Tls)