Akibat Gugatan Piala Dunia 2014, Nilai Saham Dipastikan Mengalami Kemerosotan

Surabaya (wartasas.com) – Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang diajukan PT. Inter Sport Marketing (ISM) melalui tim penasehat hukumnya di Pengadilan Niaga pada PN Surabaya ini, ternyata bukanlah yang pertama kalinya.

Sebelumnya, pada bulan Agustus 2016, PT. ISM pernah mengajukan gugatan PMH untuk tujuh hotel di Bali, yang membangkang tidak mau membayar hak siar penayangan FIFA World Cup Brazil 2014 kepada PT. ISM.

Dijelaskan bahwa, PT. ISM merupakan pemegang hak siar resmi dari Federation International de Football Association (FIFA), sebuah organisasi sepak bola  Internasional yang berkedudukan di FIFA Strasse 20 PO.Box. 8044 Zurich, Swiss, untuk  tayangan Piala Dunia 2014 Brazil di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Tujuh hotel yang digugat PT. ISM adalah, PT. Oriental Indah Bali Hotel,  pengelola Conrad Bali  Resort & SPA, PT. Bali Giri Kencana,  pengelola Four Season Resort, PT. Karya Teknik  Hotelindo, pengelola Grand Aston Bali Beach  Resort, PT. Partha Stana,  pengelola Kayu Manis Nusa Dua Private Villas Resort & SPA, PT. Royal Bali Leisure,  pengelola Hotel  Peninsula Beach Resort, PT. Puri Santrian, pengelola Puri Santrian Bali Resort, dan PT. Bali Diri Tata Wisata, pengelola  Hotel  Risata Bali Resort  & SPA.

Sidang kedua yang digelar pada Kamis, 09 Nopember 2017 di ruang sidang Kartika 1, PN Surabaya, hakim Harjanto yang ditunjuk sebagai ketua majelis, tidak menggelar persidangan ini sampai lama, karena ada diantara kuasa hukum tergugat yang mengaku belum mendapat kuasa dan mendaftarkan kuasanya di PN Surabaya.

Untuk pembacaan gugatan dianggap sudah dibacakan. Penasehat hukum PT. ISM selaku penggugat, hanya menyerahkan materi gugatan PMH-nya tersebut ke majelis hakim dan pada kuasa hukum para tergugat.

Ada yang menarik dalam gugatan PMH yang diajukan PT. ISM di Pengadilan Niaga pada PN Surabaya kedua kalinya ini. Selain menggugat hotel berbintang yang ada di Bali, PT. ISM juga melayangkan gugatan kepada sejumlah perusahaan-perusahaan yang sudah go public, seperti PT. Bali Pawiwahan pengelola Cocomart, PT. Dunkindo Lestari,  berkantor di Jalan. Hayam Wuruk No. 9A, Jakarta Pusat dan tergugat selanjutnya PT. Maha Sukses, pengelola Maharani Beach Hotel berkedudukan di Jalan Pantai Kuta Gang Popies 1 Kuta Badung Bali.

Ditemui usai persidangan, Boturani Adikasih, SH, Legal Head Division dari PT ISM & PT Nonbar mengatakan gugatan PMH yang diajukan PT. ISM ke pihak-pihak yang sudah dengan sengaja menyiarkan pertandingan sepak bola Piala Dunia 2014 di Brazil ini akan berdampak buruk bagi nama besar perusahaan yang terkena gugatan.

“Apalagi jika perusahaan yang terkena gugatan kita itu berbentuk tbk atau terbuka dan go public. Disadari atau tidak, cepat atau lambat, trust atau kepercayaan publik terhadap perusahaan tersebut akan berkurang,“ kata Rani.

“Jika hal itu diteruskan dan tidak disadari oleh perusahaan yang terkena gugatan di pengadilan, maka perusahaan itu sudah diambang kebangkrutan. Apalagi untuk perusahaan-perusahaan yang mau go public. Nilai saham mereka akan merosot tajam,” tambahnya.

Sebelum PT. ISM mengajukan gugatan, Perhimpunan Hotel dan Restauran Republik Indonesia (PHRI), baik yang ada di Bali, DIY maupun Lombok berikan arahan, yang intinya mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat atau mediasi kepada hotel-hotel, restaurant dan cafe yang sudah melakukan pelanggaran Hak Cipta Siaran Piala Dunia FIFA 2014 Brazil.

Namun, dianggap membangkang dan tidak kooperatif lagi, hotel-hotel, restaurant dan cafe-cafe yang ada di Bali, Lombok maupun DIY itu, akhirnya, PT. ISM melayangkan gugatan PMH ini di Pengadilan Niaga pada PN Surabaya.

Fredrick Billy, salah satu tim penasehat hukum PT. ISM dan Nobar menambahkan, permohonan gugatan Perbuatan Melawan Hukum terkait Hak Cipta Siaran Piala Dunia FIFA 2014 Brazil ini tidak menutup kemungkinan akan dirasakan beberapa hotel, restauran maupun cafe-cafe yang lain yang berada di DIY, Bali dan Lombok yang tidak segera menanggapi atau mengabaikan somasi yang sudah dilayangkan PT, ISM melalui PT. Nobar cabang Bali.

Untuk diketahui, seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, PT. ISM menggugat Dunkin’Donuts Ngurah Rai Jimbaran, Coco Mart Taman Griya-Jimbaran dan Maharani Beach Hotel di Pengadilan Niaga pada PN Surabaya.

Sebagai badan hukum yang bergerak di bidang kegiatan-kegiatan keolahragaan, baik yang ada di wilayah Republik Indonesia maupun bekerja sama dengan organisasi-organisasi olah raga diluar negeri, PT. ISM harus mengajukan gugat ini di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya karena menderita kerugian hingga US$. 54 juta (lima puluh empat juta dollar Amerika Serikat).

Kerugian sebesar US$ 54 juta tersebut adalah royalti yang harus dibayarkan PT. ISM kepada Federation International De Football Association (FIFA), sebuah organisasi sepak bola  Internasional yang berkedudukan di FIFA –Strasse 20 PO.Box. 8044 Zurich.

Dalam gugatan PMH yang sudah didaftarkan di PN Surabaya tanggal 11 Oktober 2017 ini dijelaskan, kerugian berupa pembayaran royalti yang harus dibayarkan PT. ISM tersebut terjadi karena Dunkin’Donuts Ngurah Rai Jimbaran, Coco Mart Taman Griya-Jimbaran dan Maharani Beach Hotel telah menayangkan siaran 2014 FIFA World Cup Brazil tanpa ijin PT. ISM selaku penerima lisensi dari FIFA.

Sebagai tergugat, PT. Dunkindo Lestari dan PT. Bali Pawiwahan, harus membayar kerugian, baik materiil maupun immateriil ke PT. ISM masing-masing sebesar Rp. 26.626.250.000.

Sedangkan PT. Maha Sukses, berkedudukan di Jalan Pantai Kuta Gang Popies 1, Kuta-Badung, Bali selaku pengelola Maharani Beach Hotel harus membayar ganti rugi ke PT. ISM sebesar Rp. 20.108.750.000. (wdd)