Perkembangan Pariwisata Jatim 2016 Mengalami Kenaikan

Surabaya ( wartasas.com) – Dunia wisata di Jawa Timur pada tahun 2016, mengalami peningkatan yang cukup baik. Semua itu tidak lepas dari dukungan dan kerjasama dari seluruh instansi terkait dan stokeholder yang ada di Jawa Timur.

Seperti yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono, ketika dijumpai di kantor BPS Jatim, menyampaikan, bahwa jumlah wisatawan manca negara (wisman) yang datang ke Jawa Timur melalui pintu masuk Bandara Juanda pada bulan Oktober 2016 mencapai 20.819 kunjungan atau mengalami peningkatan sebesar 4,58 persen.

2

“Secara kumulatif, jumlah wisman Januari – Oktober 2016 mencapai 176.029 kunjungan atau naik sebesar 7,64 persen dibanding jumlah wisman periode yang sama tahun 2015 yang mencapai 163.539 kunjungan.” Tutur Teguh.

Pada bulan Oktober 2016 wisman terbanyak yang berkunjung di Jawa Timur berasal dari Malaysia, yang jumlahnya mencapai 4.518 kunjungan, diikuti kebangsaan Singapura 1.675 kunjungan, dan kebangsaan Tiongkok sebanyak 1.443 kunjungan.

Namun, meningkatnya wisatawan yang berkunjung di Jawa Timur, tidak membuat tingkat hunian hotel di Jawa Timur ikut naik.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Timur pada bulan Oktober 2016 mencapai 53,49 persen atau turun 7,14 poin dibanding TPK bulan September 2016 yang mencapai 60,63 persen.

Menurut klasifikasi bintang, TPK hotel bintang 4 pada bulan Oktober 2016 mencapai 59,28 persen dan merupakan TPK tertinggi dibanding TPK hotel berbintang lainnya. Selanjutnya TPK bintang 2 sebesar 55,51 persen, diikuti hotel bintang 5 sebesar 51,54 persen, bintang 3 sebesar 50,24 persen, dan hotel bintang 1 sebesar 45,00 persen. R R

Teguh Pramono juga menjelaskan, untuk Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur bulan November 2016 naik sebesar 0,51 persen dari 113,90 pada bulan Oktober 2016 menjadi 114,49 pada bulan November 2016.

”Kenaikan NTN ini disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan mengalami kenaikan sebesar 1,55 persen sementara indeks harga yangdibayar nelayan hanya mengalami kenaikan sebesar 1,03 persen,” ungkap Teguh.

Sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan swanggi, ikan layang, ikan lemuru, ikan kuniran, cumi-cumi, ikan teri, ikan layur/beladang, ikan bawal, ikan tongkol, dan ikan kapasan.

Sedangkan, komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan kuwe/bebara, ikan tembang, ikan kembung, ikan cakalang, ikan kurisi/kerisi, ikan manyung, kepiting laut, dan ikan gabus. (Tls)

Add a Comment