Wwooww … Mahasiswi ITS Wakili Indonesia pada Ajang Miss Global di Amerika

Surabaya (wartasas.com) – Menjadi mahasiswa teknik, bukan berarti tidak mampu bersaing dalam kontes kecantikan. Karena sesungguhnya kecantikan itu datang dari dalam diri, seperti pengetahuan dan kepintaran, sehingga tidak hanya tampak luar saja.

Hal tersebut disampaikan oleh Tita Oxa Anggrea mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang berhasil menyabet gelar 1st runner up Miss Global Indonesia 2017.

Meskipun Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang dikenal sebagai kampus pencetak inovasi terlebih dibidang teknologi tidak menutup mahasiswi ITS mencatatkan sejarah sebagai perwakilan Indonesia dalam ajang Miss Global Internasional yang akan berlangsung di Amerika Serikat, tahun depan.

Tak hanya berparas menarik dan cantik, gadis berusia 19 tahun itu memiliki kepintaran dan cara berpikir yang sistematis sehingga membawa dirinya siap melambung di kancah internasional.

“Buat saya pendidikan itu nomor satu. Karena bagi saya, pendidikan itu penting, dan tidak akan saya kesampingkan sedikit pun,” tutur Ocha sapaan akrab Tita Oxa.

Ia mengaku, menempuh pendidikan di kampus teknik itu membuatnya menjadi pribadi yang lebih berpikir sistematis. Karenanya, ia mampu mengundang decak kagum ketujuh juri ketika diuji wawasan dan kemampuan berbicaranya di atas panggung. Pasalnya, Ocha tidak hanya berlenggok dengan parasnya yang anggun, namun ia dapat memberi argumentasi yang kuat pada tiap pertanyaan yang dilontarkan. Dengan selalu menyertakan data dan menyajikannya dengan runtut dalam dua bahasa. Yaitu bahasa Indonesia dan Inggris.

Meski dihajar dengan segudang kegiatan, prestasi mahasiswi Teknik Fisika ini tidak dapat diragukan. Dibuktikan dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang ia raih, dapat dikategorikan sebagai IPK yang di atas rata-rata, yaitu 3,7. Bahkan ia pernah menyandang sebagai mahasiswa berprestasi 2015 lalu.

Kepintarannya inilah yang menjadikan cewek pecinta olahraga bola basket ini mampu menyabet gelar runner up pertama Miss Global Indonesia 2017 serta menjadi perwakilan Indonesia pada kontes internasionalnya. Ajang pemilihan Miss Global sendiri baru kali pertama ini digelar di Indonesia.

Raki Jatim kelahiran 29 Mei 1998 menceritakan, setelah melalui seleksi berkas dan wawancara, ia harus meninggalkan jam kuliahnya untuk mengikuti masa karantina selama empat hari, dimulai sejak 7 September lalu. Agar tak ketinggalan dalam materi perkuliahan, ia mengaku telah mempelajari sebelumnya.

“Karena saya tahu akan meninggalkan kelas di hari itu, maka saya sudah mempelajari materi yang akan disampaikan di hari itu, beberapa waktu sebelumnya. Semuanya saya lakukan agar tidak ketetran ketika sudah masuk kuliah lagi,” terang Ocha.

Setelah terpilih menjadi Miss Global yang mewakili Indonesia di ajang internasional, wanita penggemar ilmu-ilmu eksakta itu kian disibukkan dengan kegiatan pembekalan. Di antaranya adalah pembekalan wawasan global, peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, perawatan tubuh, keterampilan merias diri, pengasahan bakat, dan lain sebagainya. (Tls)