Wujudkan Kepercayaan, Sampoerna Academy Surabaya Lakukan Topping Off

Surabaya (wartasas.com) – Sebagai bentuk tanggung jawab dan berikan kepercayaan kepada masyarakat luas terkait progress pembangunan gedung, Sampoerna Academy Surabaya kembali membuktikan dengan melaksanakan Topping Off.

Pelaksanaan Topping Off gedung Sampoerna Academy Surabaya yang dilakukan pada Selasa, 09 April 2019 di lokasi kampus terbaru Pakuwon indah, Surabaya Barat, dihadiri langsung oleh Direktur Sampoerna Academy, Dr. Mustafa Guvercin.

Mustafa Guvercin menyampaikan bahwa, pembangunan gedung Sampoerna Academy Surabaya yang merupakan sekolah berkurikulum internasional ini adalah kampus keenam di Indonesia. 

“Kelima kampus Sampoerna Academy lainnya, tiga berlokasi di Jakarta dan dua di Medan; kampus Surabaya sendiri akan dimulai dengan kelas Playgroup, Taman kanak-kanak dan Sekolah Dasar,” kata Mustafa usai laksanakan Topping Off, Selasa, (09/04/19). 

“Pembangunan kampus Sampoerna Academy Surabaya berjalan sesuai direncanakan, sejak peletakan batu pertama pada tanggal 17 Oktober 2018 lalu hingga hari ini, dimana pembangungan gedung sekolah Sampoerna Academy di Surabaya sudah mencapai lantai 2,” tambahnya.

Sampoerna Academy Surabaya ini, masih menurut penuturan Mustafa, akan menjadwalkan hari pertama masuk sekolah untuk tahun ajaran baru 2019/2020 pada penghujung bulan Juli 2019. Sampoerna Academy siap memberikan pendidikan internasional terbaik untuk anak-anak di Surabaya.

Menggunakan kurikulum internasional dan memadukan pemahaman global dengan nilai budaya lokal (Indonesia), Sampoerna Academy adalah pilihan pendidikan dan persiapan masa depan terbaik bagi anak Indonesia.

Mempelopori metode STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics) di Indonesia, Sampoerna Academy menitikberatkan dalam mengembangkan 4 komponen cara berpikir anak-anak (4C) yakni, kreativitas, berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi.

“Sampoerna Academy percaya bahwa keterampilan ini akan memampukan siswa-siswi kami untuk memecahkan masalah yang ada dan mendorong mereka menjadi innovator masa depan,” terangnya optimist.

Sistem pendidikan dari Sampoerna Academy dirancang khusus untuk mengembangkan dan memampukan siswa-siswinya untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengkomunikasikan apa yang mereka pelajari. Selain itu, berpikir secara internasional juga membutuhkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa yang berbeda dengan bahasa ibu.

“Itulah sebabnya siswa-siswi Sampoerna Academy menggunakan bahasa Inggris sebagai Bahasa pengantar sehari-hari dalam instruksi dan menggunakan bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia dalam pelajaran terkait,” paparnya. 

Sampoerna Academy juga menegaskan bahwa, para pengajarnya merupakan guru yang memiliki keahlian khusus dan bersertifikat sesuai standarisasi. Sehingga, para siswa tidak saja dididik secara akademis tapi juga membangun karakter yang lebih baik. (Tls)