Unusa Lahirkan Lulusan Berpredikat “Cumluade” dan Lulusan Terbaik

Surabaya (wartasas.com) – Dalam membangun karakter mahasiswa yang beraklak Lil Alamin dan menciptakan lulusan pendidikan yang terbaik, terus dibuktikan oleh Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Kali ini, sebanyak 515 mahasiswa Unusa dari 10 program studi akan mengikuti prosesi wisuda yang akan dilaksanakan  pada Kamis, 14 September 2017. Dari jumlah tersebut, separuh lebih berpredikat dengan pujian (cumluade) dan sepuluh wisudawan dinyatakan lulus terbaik.

Wakil Rektor 1 Unusa Prof. Kacung Marijan,Ph.D, dalam kesempatan jumpa pers, mrnyampaikan, bahwa ada 515 mahasiswa Unusa akan mengikuti prosesi wisuda. Dan, hampir separuh lebih dinyatakan berpredikat cumluade.

“Perlu diingat, bahwa tidak semua lulusan yang berpredikat cumluade itu dinyatakan wisudawan dengan predikat terbaik. Juga sebaliknya, tidak semua mahasiswa lulusan terbaik mendapatkan predikat cumloude,” ucap Prof. Kacung dalam kesempatan jumpa pers, Selasa, (129/17).

“Dari jumlah 515 wisudawan lebih dari separuh berpredikat cumlaude. Mereka kami nyatakan lulus cumlaude karena indeks prestasi komulatifnya di atas 3,50 dan lulus dengan tepat waktu untuk program studi D3 dan S1, sedang untuk program magister dan profesi IPK di atas 3,75,” tambahnya.

Total 515 wisudawan berasal dari S1 Keperawatan sebanyak 110 wisudawan, D3 Kebidanan (180), D3 Keperawatan (76), Profesi Ners (93), S1 Manajemen (5), S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat (19), S1 Gizi (12), D4 Analis Kesehatan (11), S1 Sistem lnformasi 1 orang, dan S1 PGSD sebanyak 6 wisudawan.

Dalam kesempatan yang sama, Umdatus Soleha S.ST, M.Kes, Direktur Akademik dan Kemahasiswaan Unusa, menyampaikan, bahwa, dalam tradisi wisuda di Unusa, pimpinan juga telah menentukan wisudawan terbaik yang ditentukan bukan hanya pada nilai akademik yang diraih tapi juga nilai sistem kredit prestasi (SKP).

“lni kami tentukan karena Unusa tidak hanya menghargai pada nilai akademik belaka, melainkan prestasi lain di luar akademik, dengan persyaratan memperoleh IPK minimal 3,25 untuk program diploma dan S1 dan 3,50 untuk program profesi dan magister serta memenuhi SKP sebanyak 200 SKP,” terang  Umdatus Soleha.

“Artinya, bisa jadi seorang wisudawan berprestasi cumlaude tapi tidak menjadi yang terbaik atau sebaliknya, terpilih menjadi wisudawan terbaik tapi tidak cumlaude. Persis seperti apa yang telah  disampaikan oleh Prof. Kacung,” imbuhnya.

Masih menurut Umdatus Soleha mencontohkan salah satu wisudawan atas nama Ro’ip, wisudawan dari Fakultas Teknik Program S1 Sistem lnformasai yang memiliki IPK hanya 3,39, tercatat sebagai mahasiswa angkatan pertama di Fakultas Teknik dan menjadi mahasiswa yang pertama diwisuda.

“Ro’ip dinyatakan sebagai wisudawan terbaik karena berhasil menyelesaikan skripsinya dalam rentang waktu 4 tahun dengan judui skripsi ”Prototif Perancangan Sistem lnformasi Pelayanan Home Care di Rumah Sakit Islam Jemursari”,” paparnya dengan ramah.

Wisudawan terbaik ditentukan oleh panitia ad hoc di tingkat fakultas, karena pada periode ini yang diwisuda sebanyak 10 program studi, maka ada sepuluh wisudawan terbaik.

10 wisudawan terbaik tersebut adalah, Ro’ip dai S1 Sistem Informasi, Ayuningtyas Wahyu D4 Analis, Dina Syara S1 IKM, Dewi Putri S1 Gizi, Linda Nur D3 Keperawatan, Sonya Ciptaloka D3 Kebidanan, Ismatika S1 Keperawatan,  Uswatun Auini Profesi Ners, Ucik Lailatul S1 PGSD dan Dewi Wulan dari S1 Manajemen. (Tls)