Unusa Himpun Kekuatan Bersama PTNU Indonesia

Surabaya (wartasas.com) – Dalam menghimpun kekuatan dalam keterbatasan perguruan tinggi di bawah bendera NU, Universitas Nadhlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama Perguruan Tinggi Nadhlatul UIama (PTNU) lainnya di seluruh Indonesia, akan mengkordinasikan penerimaan mahasiswa baru (PMB).

Untuk itu, Unusa menggelar jumpa pers pada Senin, 26 Desember 2016 di Gedung Tower Unusa, Kampus B yang terkait pelaksanaan rapat pleno yayasan dengan para ”pemegang saham” yang terdiri dari unsur PBNU, PWNU Jatim, PCNU dan Muslimat Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS), Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA, mengatakan, bahwa langkah tersebut diambil selain untuk saling membantu antar PTNU, juga untuk menghimpun kekuatan dalam keterbatasan pada masing-masing perguruan tinggi di bawah bendera NU.

“Upaya untuk melakukan PMB bersama ini, diharapkan dapat memperkuat UNU di seluruh Indonesia, yang memiliki potensi dan daya dukung berbeda-beda. Kekuatan-kekuatan ini jika dihimpun dalam satu wadah akan memiliki kemanfaatan yang lebih besar bagi perkembangan UNU ke depan.” Ucap Prof Mohammad Nuh saat jumpa pers, Senin, (26/12/16).

“Selain untuk melakukan PMB bersama, Unusa juga akan fokus untuk mengembangkan program pasca sarjana (S2) dari program S1 yang sudah ada. Hingga kini, Unusa teIah memiliki 15 program studi, satu diantaranya program pasca sarjana terapan (S2) keperawatan dan program studi Ners,” tambahnya.

Sementara, terkait dengan dua rumah sakit yang ada di bawah naungan YARSIS, Mantan Mendikbud tahun 2009-2014 menjelaskan, dua rumah sakit ini akan disiapkan untuk fokus pada pusat layanan kesehatan ibu dan anak serta kecantikan di RSI A. Yani dan pusat hemodialisa dan layanan home care akan dikembangkan di RSI Jemursari.

Dikesempatan yang sama, Rektor Unusa, Prof Dr Ir Achmad Jazidie M.Eng mengatakan, bahwa apa yang disampaikan oleh Ketua Yayasan itu adalah bagian dari program kerja universitas yang telah mendapat dukungan dari yayasan.

”Untuk tindaklanjut terkait dengan PMB kami sudah melakukan komunikasi dan menjalin kerjasama dengan beberapa UNU di daerah. Kalau pun tahun ini belum menjangkau pada seluruh UNU, paling tidak bisa dilakukan dengan beberapa UNU yang sudah siap,” kata Prof Jazidie.

“Seperti, UNU Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan NTB yang sudah menyatakan kesiapannya untuk bergabung,” tambahnya.

Jazidie mengungkapkan, hingga kini Unusa telah membuka jalur undangan dan sejak awal November telah mendaftar lebih dari 100 calon mahasiswa baru untuk tahun perkuliahan 2017-2018.

“Diluar jalur undangan, kata Rektor menambahkan, sebanyak 12 orang sudah dinyatakan diterima di Fakultas Kedokteran, dua diantaranya mahasiswa yang berasal dari program Kemitraan Pondok Pesantren,” pungkas Prof Jazidie dengan ramah.

Usai presscon, secara simbolis Unusa menerima bantuan dari pihak Telkom berupa 1 unit Laboratorium Komputasi dan Simulasi, Unusa Smart Classroom yang diberikan oleh Telkomsel dan bantuan pengadaan ambulan dari Mandiri. (Tls)

Add a Comment