Unusa Bersama Guru BK Sosialisasikan Sistem Baru Untuk Guru BK

Surabaya (wartasas.com) – Satu lagi karya inovasi dunia pendidikan kembali dikembangkan untuk mempermudah sistem administrasi guru Bimbingan dan Konseling (BP).

Universitas Nahdatul Ulama Surabaya (Unusa) bekerjasama dengan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling, Kemenag Jatim berhasil menciptakan satu program aplikasi layanan administrasi bimbingan konseling dengan nama “SIAP BK”.

Saat ini aplikasi tersebut sudah di launching pada Senin, 5 Desember 2016, di Kanwil Jatim yang dihadiri perwakilan guru BK se Jawa Timur.

Karena itu, pada Kamis, 8 Desember 2016 di Kampus B Unusa Jemursari Surabaya, Unusa menggelar sosialisasi untuk menjelaskan tentang apa itu aplikasi “SIAP BK” dan bagaimana software tersebut bekerja.

Dalam kesempatan sosialisasi tersebut, hadir Rektor Unusa Prof Dr Ir Achmad Jazidie MEng dan guru BK MAN Lamongan, sekaligus pencipta Aplikasi Zainal Muttaqin Spd.M.Psi.

Seperti yang dijelaskan guru BK MAN Lamongan, Zainal Muttaqin Spd.M.Psi, bahwa selama ini guru BK terjebak dengan masalah administrasi, sehingga pelayanan yang diberikan kepada siswa menjadi berkurang dan kurang maksimal.

“Namun, dengan adanya aplikasi ini pelayanan yang kami berikan kepada murid bisa lebih maksimal lagi. Aplikasi yang saya buat ini sesuai dengan PP no 111 tahun 2014 tentang pelayanan konseling tentang pelayanan konseling di pendidikan dasar dan menengah.” Kata Zainal, menjelaskan dihadapan awak media, Kamis, (8/12/16).

“Aplikasi ini hasil dari Musyawarah Guru Bimbingan Kementrian Agama kabupaten Lamongan yang bertujuan untuk membantu administrasi dari guru BK di semua jenjang pendidikan,” tambahnya.

Dikesempatan yang sama, Rektor Unusa Prof Dr Ir Achmad Jazidie MEng, juga mengatakan, semoga dengan adanya sistem administrasi guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah, akan semakin mempermudah system belajar mengajar yang diterapkan para Guru BK.

“Sistem aplikasi ini hanya dapat diperoleh dan digunakan oleh para Guru BK dan tidak bias dipergunakan semua orang. Karena system tersebut sengaja dibuat untuk mempermudah sistem administrasi guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah,” pungkas Rektor Unusa yang murah senyum tersebut. (Tls)

Add a Comment