UKWMS Sosialisasi Cara penanganan Penyakit Kanker

Surabaya (wartasas.com) – Melihat dari data Kementerian Kesehatan RI tahun 2015 yang  menyatakan pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian banyak diakibatkan oleh penyakit kanker.

Melihat fenomena tersebut, Pusat Penelitian Obat Tradisional (PPOT) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) bekerjasama dengan PT. HRL Internasional Gresik mengadakan seminar kesehatan yang mengupas terkait kanker.

Seminar ilmiah yang mengangkat tema, “The Functional Medicine of Natural Components and Its Application in Cancer Treatment”, digelar Sabtu, 17 Desember 2016 di Auditorium Agustinus 201 Kampus UKWMS Dinoyo, menghadirkan, Dr. Amarullah H. Siregar, MD, ND, DIHom, DNMed, MSc, MA, PhD dan Prof. dr. A.N. Kurniawan, SpPA (K), Dipl.WOSAAM, Dipl. IHS (Ketua ICFAM – Indonesian Community of Functional and Advancement of Medicine).

Kedokteran Fungsional atau disebut Functional Medicine merupakan pola berpikir baru tentang kesehatan dan penyakit yang memberikan harapan sembuh total. kedokteran fungsional melihat penyakit sebagai gangguan dari keseimbangan fungsi tubuh, yang bekerja sebagai suatu simfoni dari berbagai sistem yang saling berhubungan erat secara harmonis.

Hal ini dikembangkan karena paradigma yang menjamur di masyarakat yaitu mengganggap bahwa sembuh, adalah tanda dari sehat. Padahal belum tentu, dalam tahap sembuh tubuh kita masih berada di kondisi normal, yaitu tanpa adanya gejala sakit tetapi tidak sehat secara optimal.

Dr. Amarullah menjelaskan tentang kedokteran fungsional mulai dari konsep, cara pengobatan, hingga bahan-bahan alam yang menjadi perantara pengobatan fungsional. Selama ini para peneliti dan para dokter hanya mengobati gejala yang terlihat saja, padahal efek dari gejala tersebut bisa jadi lebih besar, mirip seperti fenomena gunung es.

“Akibatnya, orang-orang sudah merasa ‘sehat’ karena tidak ada gejala apapun. Namun pada saat terkena penyakit, bilangnya tidak terasa tapi tiba-tiba terkena serangan, ataupun mengalami stadium akhir, tentu hal ini begitu mengkhawatirkan,” ucap Amarullah.

“Cara pengobatan kedokteran fungsional adalah dengan menggunakan Naturoceutical atau pemberian bahan alam baik secara herbal maupun nutrisi. Ia juga tak menyangkal bahwa manusia saat ini lebih banyak menyalahkan penyakitnya daripada peduli dengan kesehatan sendiri, sehingga sakit sedikit minta obat pada dokter,” tambahnya.

Pengobatan kedokteran fungsional sendiri berpusat pada pasien dengan menitikberatkan pada penanganan pasien, keseimbangan dinamis antara faktor internal dan eksternal, memandang kesehatan sebagai suatu vitalitas positif bukan hanya ketiadaan penyakit, melainkan mendukung pemeliharaan organ yang bertujuan memperpanjang masa hidup, dengan mempertimbangkan pula pengaruh faktor-faktor spiritual dan psikologis dalam kehidupan pasien.

Ditambahkan juga oleh Prof. Kurniawan, dampak yang telah diberikan oleh kedokteran fungsional dalam menangani penyakit kanker adalah pengobatan kanker secara umum di kedokteran konvensional seperti kemoterapi, dan penyinaran hanya berhasil untuk membunuh sel kanker dalam tahap awal. Sedangkan pada tahap selanjutnya, tingkat keberhasilannya hanya bersisa 5% saja.

“Dalam kedokteran fungsional, kita memperhatikan seluruh keadaan pasien, tidak hanya kankernya saja. Tidak semua pasien kanker bisa diobati dengan herbal yang sama, perlu dilakukan pengecekan dan disesuaikan dengan kondisi pasien,” pungkas Kurniawan.

Diharapkan para dokter, praktisi herbal, peneliti dan generasi muda bisa mengangkat nilai lebih herbal dan menggunakannya untuk pengobatan. (Tls)

Add a Comment