UKWMS Gelar Seminar Citra Islam Rahmatan Lil Alamin

Surabaya (wartasas.com) – Maraknya berita Aksi Super Damai yang terjadi pada 2 Desember 2016 yang banyak disebut Aksi 212, oleh umat Islam Indonesia, membuat Sekolah Pascasarjana Unika WM Surabaya terilhami untuk menggelar seminar terkait Citra Islam dalam tatanan ekonomi Indonesia.

Seminar yang digelar pada Sabtu, 3 Desember 2016 di Kampus UNIKA Widya Mandala, Surabaya, membahas Citra Islam dengan tema “Citra Islam Rahmatan Lil Alamin Dalam Media Mainstream dan Media Sosial Dalam Tatanan Ekonomi Indonesia dan Global”.

2

Disampaikan Direktur Program Pascasarjana Unika WM Surabaya Prof. Anita Lie, Ed.D, bahwa acara seminar tersebut merupakan bagian dari program penunjang kurikulum Sekolah Pascasarjana.

“Semoga seminar ini tidak saja bermanfaat bagi yang beragama Islam, tapi mampu memberikan pencerahan dan manfaat bagi semua lapisan masyarakat, khususnya mahasiswa UKWMS.” Ucap Prof Anita.

Dikesempatan yang sama, Prof. Akh. Muzakki Ph.D. Dekan FISIP UIN Sunan Ampel, Surabaya sekaligus  Sekjen PWNU Jatim, menyampaikan, Indonesia itu negara demokrasi dan beragama, jangan karena adanya perbedaan agama akan memecah belah Indonesia.

3

“Agama Islam itu tidak mengajarkan memusuhi sesama manusia. Agama Islam harus mampu menjadi Rahmatan lil ‘Alamin, yaitu Islam yang ramah, bukan Islam yang marah, Islam yang merangkul, bukan Islam yang memukul, dan Islam yang mengasihi, bukan Islam yang memusuhi,” tutur Prof. Akh. Muzakki.

Menurut Sekjen PWNU Jatim, bahwa Karakter dan Nilai Praktis Islam Rahmatan lil ‘Alamin adalah memilih jalan tengah, tidak ekstrem kanan atau kiri, memiliki keseimbangan naqli-’aqli, duniawi-ukhrowi, pribadi-publik, kini-mendatang, memiliki kepekaan untuk kebajikan, toleran terhadap perbedaan dan tidak mengganggu serta tegas-adil.

Agama Islam juga memiliki pengaruh di bidang perekonomian. Namun, perekonomian yang dijalankan harus sesuai Islam Rahmatan Lil Alamain. Untuk itu, Islam juga harus mampu memiliki penyediaan SDM profesional, mampu memberikan Penjaminan Quality product, memiliki Jaringan market dan Permodalan.

“Kita umat beragama Islam harus bisa proaktif terhadap multikulturalisme, menjauhi majority with minority mentality, dan minority with majority mentality. Kita perlu dorong penguatan kapasitas RBO (NU dan Muhammadiyah). Dan, Indonesia perlu belajar dari Malaysia yang kini bermasalah karena bom waktu relasi etnis dan negara,” urai Prof. Akh. Muzakki mengakhiri penyampaiannya. (Tls)

Add a Comment