Tingkatkan Perekonomian, Gubernur Babel Gandeng ITS Untuk Kembangkan Transportasi Listrik

Surabaya (wartasas.com) – Dalam rangka meninjau peluang kerja sama yang bisa dijalin antara Provinsi Bangka Belitung (Babel) dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya khususnya dibidang Transpotasi Listrik, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung melakukan kunjungan di ITS Surabaya.

Kunjungan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr H Erzaldi Rosman SE MM di Universitas ITS Surabaya pada Jumat, 22 Juni 2018 langsung disambut dengan ramah oleh Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD.

Kepulauan Bangka Belitung merupakan provinsi yang memilki 463 pulau dengan pulau yang berpenghuni sebanyak 48 pulau. Seperti pada daerah kepulauan lainnya, masalah distribusi bahan bakar minyak yang masih sulit ke pulau-pulau yang tersebar adalah salah satu tantangan bagi pemerintah daerah setempat.

Hal tersebut yang menjadi salah satu alasan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, untuk menjalin kerjasama dengan ITS Surabaya.

Dr H Erzaldi Rosman mengatakan bahwa, setiap harinya nelayan dari pulau besar Bangka dan Belitung membawa bahan bakar minyak ke pulau-pulau kecil yang ada, kemudian menjualnya lagi di sana. Hal itu mengakibatkan harga bahan bakar minyak di sejumlah daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) masih terbilang cukup mahal.

“Salah satu yang ingin kami kerjasamakan adalah bagaimana nelayan ini kapalnya bisa dioperasikan lebih efisien dan pulau-pulau mereka butuh energi pengganti untuk minyaknya, saya rasa motor listrik, mobil listrik dan perahu listrik itu yang kami butuhkan,” ucap Dr H Erzaldi Rosman disela sela kunjungannya di ITS Surabaya, Jumat, (22/06/18).

“Dan, solusi terbaik untuk Provinsi Babel adalah mengembangkan inovasi transportasi yang semula berbahan bakar minyak menjadi bertenaga listrik. Hal itu didukung dengan data dari PLN yang mengatakan bahwa pasokan listrik di Babel mengalami surplus atau kelebihan produksi,” tambahnya.

Kebutuhan Provinsi Babel akan transportasi bertenaga listrik ini masih menurut Gubernur Babel senada dengan riset dan produksi yang telah dilakukan oleh ITS. Di mana, ITS sudah dapat memproduksi motor dan mobil listrik, sehingga bukan hal yang tidak mungkin untuk memproduksi perahu listrik juga.

“Dengan adanya kerja sama dengan ITS, maka segala kelebihan sumber daya alam yang ada di wilayahnya dapat dimanfaatkan lebih maksimal dan untuk kesejahteraan masyarakat di Provinsi Babel,” terangnya.

Diterangkan bahwa, pertambangan timah di wilayah Babel menghasilkan juga 17 mineral ikutan. Contoh dari 17 mineral ikutan tersebut adalah lithium, zikron dan torium. Seperti yang diketahui, lithium merupakan bahan baku untuk pembuatan baterai listrik. Sehingga hal tersebut nantinya bisa dimanfaatkan.

Ditempat yang sama, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana mengatakan, bahwa, ini kehormatan dan kebanggaan bagi ITS bisa memberi sumbangsih dan ikut menyukseskan pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Sebagai institusi pendidikan itu juga menjadi bagian dari tanggungjawab kita bersama. ITS sangat siap untuk bergerak dan bekerja cepat untuk menanggapi keinginan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung untuk kerja sama ini agar cepat terealisasi,” ungkap Rektor ITS.

Sebelum adanya wacana ini, ITS sudah terlebih dahulu menjalin kerja sama dengan PLN. Dan sudah melakukan survei langsung ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memetakan kebutuhan masyarakat yang ada di sana.

Seperti pada pemaparan Tim National Ship Design and Engineering (Nasdec) atau UPT Desain dan Rekayasa Kapal Nasional ITS ternyata masyarakat nelayan di Provinsi Babel lebih menyukai perahu yang terbuat dari bambu atau kayu daripada dari fiber. Untuk itu, Nasdec ITS juga telah menyiapkan desain kapal bamboo laminasi yang siap diproduksi jika kerja sama ini nantinya sudah terjalin.

Kerja sama antara Provinsi Babel ini tidak hanya berhenti di pengembangan transportasi bertenaga listrik saja, enam riset unggulan ITS yaitu di bidang Kemaritiman, Efisiensi Energi, Bidang Permukiman dan Lingkungan, ICT Information, Nano Teknologi dan Disaster Management nantinya juga akan dimaksimalkan oleh Provinsi Babel.

Gubernur Babel menargetkan pada 2 Juli nanti pihaknya akan mengajak perwakilan antara lain dari Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, Dinas Pertambangan, Dinas Kelautan dan Perikanan serta Disperindag Bangka Belitung akan kembali berkunjung ke ITS untuk membahas lebih detail kerja sama yang ada dan kemudian mengarah pada dilakukannya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). (Tls)