Tingkatkan Ketahanan Pangan Nasional, Mahasiswa WM Gelar NFTC

Surabaya (wartasas.com) – Ketergantungan terhadap beberapa komoditas menyebabkan Indonesia melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Padahal, Indonesia sendiri memiliki beraneka ragam komoditas yang dapat digunakan sebagai sumber pangan.

Hal inilah yang akhirnaya memotifasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (BEM FTP UKWMS) mengembangkan ilmu dan teknologi pangan dengan menggelar National Food Technology Competition (NFTC) pada Sabtu, 09 Juni 3018 di Grand City Mall Surabaya.

Teresia Imaculata, selaku Ketua Pelaksana NFTC 2018 mengatakan bahwa, NFTC merupakan kegiatan seminar serta kompetisi poster dan karya tulis ilmiah skala nasional, yang digelar setiap tahun. NFTC 2018 kali ini mengangkat tema “Diversifikasi Pangan Berbasis Bahan Pangan Lokal untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional”.

“Keterbatasan pengetahuan mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal yang ada, merupakan masalah yang harus diatasi. Idealnya masyarakat Indonesia dapat mengkonsumsi beragam jenis bahan pangan serta perlu memanfaatkan bahan pangan lokal tersebut dengan baik,” kata Teresia saat dijumpai di sela sela pameran NFTC di Grand City, Sabtu, (09/06/18).

“Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan bahan pangan lokal yang ada, untuk menghasilkan produk pangan yang lebih bervariasi dan berkualitas. Mengoptimalkan bahan pangan lokal tidak melulu tugas para peneliti atau pemerhati pangan, namun generasi muda termasuk mahasiswa pun turut ambil peran,” tambahnya.

Pada NFTC 2018, ada tiga ekspo pangan yang diperagakan proses pembuatannya yakni Kwetiau Beras Hitam, Hash Brown Singkong dan Rainbow Noodle yang menggunakan pewarna alami diantaranya daun suji, buah naga, kunyit dan karbon aktif.

Pada Food Ekspo yang pertama, menyajikan kreasi Kwetiau yang terbuat dari beras hitam. Beras hitam dipilih karena memiliki beragam manfaat diantaranya mengelola berat badan, rendah lemak dan kalori, mencegah penyakit kardiovaskular, hingga melancarkan pencernaan. Pembuatan kwetiau beras hitam dilakukan oleh Catharina Jenny, Alvina Handoyo dan Rexy Dwi Akbar.

Sedangkan, di Food Ekspo yang kedua di demokan pembuatan Hash Brown Singkong. Hash Brown yang umumnya dibuat dari bahan kentang, kini memanfaatkan bahan pangan lokal yaitu singkong. Tim yang beranggotakan Martha Christina, Maria Marcella dan Fransiscus Sabatino memilih singkong karena selama ini pemanfaatan singkong cenderung untuk jajanan tradisional seperti singkong rebus, singkong goreng, jemblem, kripik dan lainnya.

Terakhir, Food Ekspo yang dipertontonkan adalah pembuatan Rainbow Noodle yang menggunakan pewarna alami diantaranya daun suji, buah naga, kunyit dan karbon aktif. Tim yang terdiri dari Sicilia Liem, Noval Pebri dan Jane Nathania ini memilih Rainbow Noodle karena makanan warna warni lebih menarik secara visual dan menjadi tren makanan di tahun 2018. Untuk mendapatkan warna yang menarik, mereka memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat dimana saja. (Tls)