Tingkatkan Kesadaran Pelestarian Cagar Budaya, KEMDIKBUD Lakukan Kampanye

Surabaya (wartasas.com) – Dalam rangka meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian cagar budaya di Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melangsungkan Kampanye Pelestarian Cagar Budaya.

Kali ini, Kemendikbud dipimpin Kasubdit Registrasi Nasional Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Direktorat Jendral Kemdikbud RI, M. Natsir Ridwan Muslim, S. T melakukan kampanye Pelestarian Cagar Budaya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) pada Selasa, 03 September 2019.

M. Natsir Ridwan Muslim mengatakan bahwa, pelestarian cagar budaya diawali dengan proses pendaftaran, penetapan cagar budaya dan dilanjutkan dengan upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatannya. Pendaftaran dan penetapan cagar budaya dilakukan oleh tiap-tiap masyarakat di daerah melalui dinas-dinas yang membidangi kebudayaan di Indonesia.

“UU No. 11 Tahun 2010 mengamanatkan kepada pemerintah untuk melakukan pelestarian cagar budaya. Ada gap yang cukup besar antara pendaftaran dan penetapan. Padahal penetapan itu adalah langkah awal didalam melestarikan cagar budaya,” ucap Natsir disela sela kunjungannya di Fisip Unair, Selasa, (03/09/19).

Menurut Natsir, kampanye pada 2019 itu dilaksanakan di Kota Surabaya karena kota ini merupakan salah satu kota yang memiliki jumlah objek yang diduga memiliki cagar budaya yang cukup banyak.

Hingga bulan Agustus 2019 Kota Surabaya memiliki 181 objek yang sudah di daftarkan ke laman cagarbudaya.kemdikbud.go.id, dan 101 objek di laman tersebut sudah terverifikasi. Sementara itu, untuk penetapan hingga saat ini sudah terdapat 76 objek penetapan dari SK Wali Kota Surabaya.

“Masyarakat dapat membuka laman cagarbudaya.kemdikbud.go.id, di situ ada aplikasi untuk pendaftaran, untuk waktu pendaftaran kalau datanya cukup hanya membutuhkan waktu satu hari setelah itu nanti akan didaftarkan oleh Tim Pendaftaran Cagar Budaya (TPCB) lalu akan dikaji Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) sebagai dasar penetapan Cagar Budaya,” terangnya.

Kampanye pelestarian cagar budaya di Kota Surabaya dilaksanakan pada tanggal 3-5 September 2019. Kemdikbud mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk melaksanakan pendaftaran cagar budaya dengan peresmian cagar budaya peringkat Nasional dan pendukungan media sosialisasi pendaftaran.

Kegiatan kampanye pelestarian cagar budaya diantaranya meliputi talkshow yang mengedepankan pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan cagar budaya di Kota Surabaya, pameran, mural terakota, booth pendaftaran dan pojok Cagar Budaya, bedah buku tentang Cagar Budaya, pementasan musik, tari dan ludruk. Dalam acara tersebut, juga dilakukan pemberian sertifikat Cagar Budaya yang telah memiliki peringkat Nasional oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional.

Diharapkan dengan adanya kegiatan kampanye itu akan tersosialisasikan registrasi nasional cagar budaya dan kebijakan pelestarian cagar budaya. Sehingga, dapat memberikan efek positif demi terciptanya pengawasan pergerakan dan pelestarian cagar budaya serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan arti penting pelestarian. (Tls)