Siswa SMPM 5 Gelar Aksi Filosofi Cabe

Surabaya (Warta Sas) – Memperingati Hari Toleransi Internasional, SMP Muhammadiyah 5 Surabaya menggelar acara bertemakan Filosofi Cabe.

Siswa SMP Muhammadiyah 5 Surabaya mencoba mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak mudah terprovokasi oleh segala hasutan yang dapat memecah belah bangsa.

Ajakan tersebut dituangkan dalam acara yang digelar siswa SPEMMA secara kreatif dengan mengenalkan “Filosofi Cabe” melalui aksi menempel ratusan cabe pada peta Indonesia, yang dilakukan di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, Rabu, 16 November 2016.

2

Seperti yang dituturkan Kefin Akmal Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) periode 2015 – 2016, bahwa diketahui  beberapa hari terakhir ini masyarakat Indonesia seakan diuji dengan rentetan peristiwa yang mengancam disintegrasi bangsa. Mulai dari demontrasi akbar 500 ribu orang turun ke jalan menuntut pengusutan kasus penistaan agama. Disusul tragedi bom pada dua tempat ibadah hingga ancaman bom pada sekolah swasta berbasis agama di Surabaya.

“Semua ini menandakan mulai turunnya sikap toleransi antar umat beragama. Diharapkan, dengan filosofi cabe tersebut mampu memberikan gambaran kepada masyarakat Indonesia, agar Jangan Mudah Marah, Jangan Mudah Panik, Jangan Tergesa-gesa.” Kata Kefin.

Dalam gambar gugusan kepulauan Indonesia itu siswa menyelipkan tulisan, Ingat Filosofi Cabe: Jangan Pedas-Pedas saat Bicara, Baik Lisan Maupun Tulisan. Sebab, tidak dapat dipungkiri bahwa terjadinya rangkaian peristiwa di atas adalah akibat dari ucapan dan tulisan kurang pantas yang kemudian disebarluaskan melalui media sosial.

Diharapkan, masyarakat mengerti betapa efek alamiah saat orang memakan cabe membuat seseorang mudah marah, panik dan tergesa-gesa. Hal ini adalah sindiran bagi kita semua saat bereaksi ketika membaca segala informasi (provokasi) yang tersebar melalui media sosial yang belum tentu benar adanya.

Aksi ini sekaligus bentuk keprihatinan agar pemerintah turun tangan untuk mengendali harga cabe agar tetap murah dan terjangkau masyarakat. Karena diketahui, harga cabe saat ini mulai merangkak naik, sehingga cukup menyulitkan masyarakat.

Aksi penempelan cabe pada peta Indonesia merupakan bagian dari kegiatan pemilihan ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tingkat sekolah di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya periode 2016-2017. (Tls)

 

Add a Comment