Ubaya Gelar Wayang Khas Tionghoa “Wayang Potehi”

Surabaya (wartasas.com) – Wayang Potehi merupakan jenis wayang khas Tionghoa yang berasal dari Tiongkok bagian selatan. Kesenian ini dibawa oleh perantau etnis Tionghoa ke berbagai wilayah Nusantara pada masa lampau dan telah menjadi salah satu jenis kesenian tradisional Indonesia.

Kali ini, Universitas Surabaya (Ubaya) bekerja sama dengan Sanggar Budaya Rumah Cinta Wayang menggelar Rembug Budaya dan Pergelaran Wayang Potehi. Dengan mengangkat tema “Upaya Pelestarian dan Pengembangan Wayang dengan Konsep Kreatif-Inovatif”.

Acara yang yang digelar Sabtu, 19 Agustus 2017 di halaman kampus Ubaya dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifulah Yusuf. Serta dihadiri Wakil Rektor III Ubaya Ir. Hudiyo Firmanto, M.Sc., Ph.D, pendiri dari Rumah Cinta Wayang Dwi Woro Retno Mastuti, S.S., M.Hum. dan Ketua PEPADI Jawa Timur Sinarto.

Wakil Rektor III Ubaya dalam sambutannya mengatakan, dulunya Wayang Potehi hanya memainkan lakon-lakon yang berasal dari kisah klasik Tiongkok seperti legenda dinasti-dinasti yang ada di Tiongkok, terutama jika dimainkan di kelenteng.

“Akan tetapi saat ini Wayang Potehi sudah mengambil cerita-cerita di luar kisah klasik dan mulai mengemas cerita wayang menjadi lebih kreatif dan inovatif, salah satunya adalah Sanggar Budaya Rumah Cinta Wayang,” kata Ir. Hudiyo dalam sambutannya, Sabtu, (19/8/17).

“Wayang Potehi pada perkembangannya dipakai sebagai sarana penyampaian nilai-nilai kemasyarakatan terutama akulturasi dan toleransi. Latar belakang kegiatan ini adalah kesamaan misi dari Sanggar Budaya Rumah Cinta Wayang dengan visi Ubaya untuk senantiasa mensosialisasikan keberagaman dan semangat multikultur,” tambahnya.

Terdapat 3 Pergelaran Wayang Potehi yang akan ditampilkan oleh sanggar budaya yang berbeda, yaitu Sanggar Fu He An dari Gudo, Jombang, Grup Lima Merpati dari Surabaya, dan Sanggar Budaya Rumah Cinta Wayang dari Depok.

Masing – masing penampilan Wayang Potehi berdurasi 30 menit. Sanggar Fu He An dan Grup Lima Merpati akan membawakan kisah klasik Tiongkok, sedangkan Sanggar Budaya Rumah Cinta Wayang akan membawakan cerita yang lebih kreatif dan inovatif.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ubaya, sebagai lembaga pendidikan yang besar mau mengapresiasi kami dan mau bekerja sama dalam upaya mengembangkan kreativitas Wayang Potehi supaya bisa diterima dan memiliki peran dalam masyarakat,” terang pendiri dari Rumah Cinta Wayang.

Selain menjadi sarana silaturahmi bagi para seniman Wayang Potehi, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali Wayang Potehi pada masyarakat Indonesia, terutama Jawa Timur. Hal ini dikarenakan Wayang Potehi banyak hidup di Jawa Timur dan merupakan ikon akulturasi dan toleransi. (Tls)