Seniman Unik Gelar Aksi Protes di Halaman Gedung DPRD Kota Surabaya

Surabaya (wartasas.com) – Gedung DPRD Kota Surabaya pada Senin, (27/11) tiba tiba dihebohkan oleh kehadiran seorang seniman yang datang secara tiba tiba dilobby dengan menggunakan kostum yang sangat menarik perhatian serta melakukan aksi tunggal dengan menggelar performent art.

Aksi protes yang dilakukan oleh Meimura seniman teater asli Surabaya, bukan tanpa alasan. Meimura protes terhadap pembongkaran masjid dan akan dibongkarnya Dewan Kesenian Surabaya (DKS) serta Bengkel Muda Surabaya (BMS) yang ramai dan menuai banyak protes dari kalangan masyarakat, seperti Mahasiswa, Ormas, dan para Seniman-seniman.

“DKS maupun BMS adalah tempat ruang dimana para seniman berekspresi. tempat ini juga sudah dianggap menjadi rumah sendiri baginya, jadi jika atas nama pembangunan pemerintah ingin menggusur tempat ini, ya itu akan jadi masalah buat kita para seniman terutamanya,” kata pria ramah yang biasa disapa Meimura saat dijumpai dalam aksi protes di gedung DPRD Kota Surabaya, Senin, (27/11/17).

Meimura menyayangkan penggusuran tempat ini mengingat banyak sekali seniman-seniman hebat pernah berkumpul ditempat ini seperti Amal Rachman, Rudi Subandi, Franky, gomblo, dan masih banyak lagi yang bahkan telah lebih dulu mengenalkan tempat ini sebagai tempatnya berkesenian.

“Para seniman asli Surabaya tidak sependapat dengan pemerintah yang rencananya akan membuat gedung DPRD yang baru,” tambahnya.

Kekhawatiran Meimura selama ini adalah akan ada sebuah benturan dari banyak pihak jika memang tempat ini jadi digusur tanpa ada pemahaman yang baik.

“Jika sampai benturan itu terjadi, maka kita sama sama telah menuliskan sejarah yang buruk bagi negara terutama Surabaya,” tegasnya.

“Kita prihatin, karena masih banyak pemuda-pemuda Surabaya yang tidak mengetahui tentang mengapa penggusuran ini terjadi. Padahal yang nantinya menghuni tempat ini kan juga mereka sendiri,” imbuhnya.

Aksi teater tunggal ini digelar didepan gedung DPRD Kota Surabaya bertujuan menggugah pemerintah dan masyarakat agar paham dengan situasi dimana pembongkaran bangunan disini tidak sampai terjadi.

Meimura berharap melalui aksinya lewat teater Menjaga Rumah Kita agar pihak pemerintah tidak jadi menggusur tempat yang konon jadi tempat berkumpulnya para seniman Surabaya. (Tls)