Sambut Imlek, Masjid Cheng Hoo Berbagi Angpao Dengan Anak Yatim

Surabaya (wartasas.com) – Menyambut Tahun Baru Cina atau biasa disebut Imlek, tidak harus  dilakukan di tempat ibadah warga Tionghoa (klenteng), namun masjid bernuansa etnis Thionghua juga menjadi bagian dari perayaan Imlek.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Masjid Cheng Hoo yang berada di Jalan Gading Surabaya, juga menyambut Imlek, namun dengan cara yang berbeda. Yaitu, dengan gelar bakti sosial (baksos) bagi bagi ampao dengan anak anak yatim.

Acara baksos menyambut Imlek yang digelar, Minggu pagi, 29 Januari 2017 di Masjid Cheng Hoo Surabaya, digagas oleh Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) Surabaya dan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jatim.

Seperti yang disampaikan Ketua YHMCHI H. Abdullah Nurawi, bahwa digelarnya acara menyambut Imlek dengan bagi bagi ampao adalah sebagai wujud kepedulian pihak Cheng Hoo dan PITI terhadap warga masyarakat yang kurang beruntung terutama anak anak yatim.

“Perayaan Imlek tidak lain hanya perayaan tahun baru dan tidak ada kaitan dengan agama. Karena itu, Masjid Ceng Hoo turut menyambut Imlek, namun dengan cara yang berbeda. Kami menyambut Imlek dengan bagi bagi ampao. Karena bagi bagi ampao merupakan tradisi tionghua terutama bagi keluarga yang belum menikah.” Ucap H. Nurawi usai bagi bagi ampao, Minggu pagi, (29/1/17).

“Diharapkan, kegiatan serupa akan kami jadikan agenda tahunan dan kedepan semakin banyak yang bisa kita berikan kepada masyarak yang kurang beruntung,” tambahnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua PITI Jatim Haryanto Satriyo menambahkan, dengan adanya acara seperti ini, diharapkan kepedulian sosial masyarakat terhadap orang lain dapat lebih diutamakan.

“Kepedulian sosial semacam inilah sebenarnya, terlihat  gambaran nyata wujud toleransi antar umat beragama,” ungkap Haryanto.

Diharapkan ke depannya acara semacam ini akan terus dapat berlangsung. Selain mampu mewujudkan sikap keberagaman sosial dan bertoleransi antar umat beragama, kepedulian sosial semacam ini akan mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, yang memang terdiri dari berbagai etnis, suku, ras bahkan juga agama.

Dalam tausiah, Ustad Hasan Basri S.Sos menyampaikan, perayaan Imlek merupakan wujud syukur dari saudara-saudara kelompok Tionghoa yang patut  diapresiasikan. Merayakan Imlek juga tidak melanggar ketentuan agama.

Imlek bagian dari tradisi dan budaya, tentu merayakan imlek tidak ada larangannya dalam agama. Salah satu basis penting dalam Islam adalah perkara Ukhuwah atau persaudaraan,” terang Hasan.

Ada 130 anak yatim yang turut hadir dalam acara bagi bagi ampao. Disamping ampao, anak anak yatim juga diberikan bingkisan dan sepatu. (Tls)

Add a Comment