Sambut HUT Surabaya, HoS Gelar Pameran proyeksi seni visual

Surabaya (wartasas.com) – Mendorong generasi muda untuk lebih mengenal kota Surabaya, serta memicu kreatifitas mahasiswa untuk meghasilkan sebuah karya yang memberi manfaat,  House of Sampoerna (HoS) dan DKV UK Petra kembali bekerjasama menggelar pameran.

Pameran yang digelar oleh HoS kali ini, merupakan pameran Seni Visual yang bertajuk KOTAKUKOTAKITA” untuk menyambut HUT Kota Surabaya Ke 724 sebagai ungkapan rasa syukur dan kecintaan terhadap kota Surabaya.

Rebecca Milka Koordinator pameran ketika dijumpai mengatakan bahwa, pameran “KOTAKUKOTAKITA” yang akan digelar di Galeri HoS mulai tanggal 5 Mei hingga 3 Juni 2017, diharapkan bisa menjadi wujud ekspresi, apresiasi dan kebanggaan atas kota Surabaya.

“Namun tidak itu saja, juga sebagai kritik, maupun doa agar Surabaya terus bertumbuh, terutama dalam membangun masyarakat dengan karakteristik yang unik melalui seni dan budaya,” tutur Rebecca

Dalam pameran nanti, dosen dan mahasiswa UK Petra menghadirkan 30 karya seni visual meliputi lukis, grafis, ilustrasi, instalasi, video, yang menggambarkan dinamika kota Surabaya yang memberi ruang kepada semua warganya untuk berkontribusi dan kemajuan kotanya.

“Topik yang diangkat dapat dibagi menjadi beberapa kelompok subtema:Ragam Permasalahan Kota, Impresi & Apresiasi Warga Surabaya, Kondisi Masyarakat, serta Yang Tak Terpantau, yang kesemuanya dikemas secara apik dan unik,” terang Rebecca.

Bisa dilihat dari karya “SUBO” dari Aristarchus Pranayama (mahasiswa) yang menginterpretasikan ulang legenda Surabaya, dua entitas “Sura” dan “Baya”, sebagai simbol penyatuan menuju kebhinekaan dan harapan akan Surabaya dimasa mendatang.

Sedangkan Andrian Dektisa Hagijanto (dosen atau mahasiswa? Sebutkan juga untuk yang lainnya) menampilkan karya digital imaging berjudul “Semanggi Suroboyo” makanan khas Surabaya.

Berbeda dengan dua temannya Daniel Kurniawan memilih tema “Distorted Surabaya” untuk menampilkan dinamika Surabaya.

Tak kalah menarik, karya Kolaborasi dari Cindy Muljosumarto – Hartaman Satrio dengan judul “KOTAKITA” menampilkan transformasi Surabaya menuju kotakotak /ko·tak-ko·tak/ metropolis modern yang berbaur dengan ikon-ikon kota Surabaya yang digambarkan melalui karya instalasi interaktif dari barang bekas berbentuk dasar kotak yang dapat ditemui di keseharian.

Karya-karya yang ditampilkan bukan sekedar materi pameran, namun merupakan tugas kuliah mahasiswa, obyek penelitian para dosen, bahkan sebagian merupakan program pengabdian kepada masyarakat. (Tls)