PARTNER’S dan SBC Gelar Kirab Bersama Menyambut HUT RI Ke 72

Surabaya (wartasas.com) – Sosok pria berkacamata yang santun dan penuh wibawa, Max Fabriana selaku Ketua PARTNER’S (Paguyupan Artis Entertainers) Jawa Timur kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pentolan seniman Jawa Timur sekaligus ketua SBC (Soerabaja Bronfit Commmunity) dengan menggelar “Kirab Bersama”.

Pawai Bersama dalam rangka Menyambut HUT Kemerdekaan RI Ke 72, bertujuan mengajak masyarakat Jawa Timur khususnya warga Surabaya, untuk terus mengingat jasa jasa para pahlawan serta melestarikan kesenian Jawa Timuran dan menunjukkan bahwa perkumpulan pecinta motor khususnya SBC bukan lah geng liar.

Seperti yang disampaikan Max Fabriana Ketua PARTNER’S sekaligus ketua SBC ketika ditemui dalam acara kirab bersama, bahwa tujuan pawai yang juga didukung Paguyupan sepeda kuno “Senopati” dan anggota DPRD komisi C Vinsensius Awey merupakan rangka menyambut HUT RI Ke 72.

“Dengan pawai bersama ini diharapkan masyarakat mengingat akan jasa jasa para pahlwan yang telah gugur membela Negara Indonesia. Sekaligus lebih mendekatkan diri agar PARTNER’S dan SBC lebih dekat dan diterima oleh masyarakat khususnya warga kota Surabaya,” ucap pria berkacamata ketika ditemui disela sela pawai bersama, Kamis, (17/8/7).

“Kami sangat senang dengan sambutan dan antusias warga yang sangat baik dengan acara pawai bersama yang kita gelar. Setiap kali kita berhenti, masyarakat banyak yang minta photo bersama dengan para artis Jatim yang menggunakan pakaian unik seperti Gareng, Petruk maupun sosok mirip Bung Tomo,” tambahnya.

Kirab bersama yang diikuti lebih dari 200 peserta, selama perjalanan dengan rute Kodam V/Brawijaya, Jln Diponegoro, Jln Tugu Pahlawan, Jln Tunjungan dan berhenti di Hotel Majapahit untuk melakukan teroterial kesenian berjalan tertib dan aman tanpa mengganggu lalu lintas.

Dengan menggunakan kendaraan yang sudah dimodifikasi mirip jaman perang lengkap dengan atribut unik dan lucu seperti longsongan peluru, sebuah granat (replika), topi atau tas pejuang, seragam pahlawan dan lainnya, membuat suasana mirip dengan jaman perang, sehingga mampu mencuri perhatian warga kota Surabaya sampai warga rela berhenti dan mengabadikan moment tersebut.

“Kami selaku pelaku seni ingin mengajak masyarakat luas khususnya generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan kesenian. Kalau bukan kita lalu siapa lagi,” terang pria ramah tersebut.

Disinggung terkait maraknya Genk Motor yang selalu meresahkan warga, Max menanggapi dengan bijak, bahwa semua kejadian itu tergantung dari manusianya. Dan itu perlunya ada pembinaan mental yang baik dan jiwa peduli sesama.

“Kami SBC (Soerabaja Bronfit Commmunity) bukanlah genk motor. Tapi kami lebih mengarah untuk melakukan kegiatan kegiatan positif demi kepentingan bersama. Tidak saja touring maupun pawai bersama, tapi kami juga melakukan kegiatan baksos dan kemanusiaan,” papar Max. (Tls)