KBRS Tuntut Janji Risma Atas Rumah Bung Tomo

Surabaya (wartasas.com) – Aset cagar budaya yang merupakan rumah radio siaran yang digunakan oleh Bung Tomo jaman dulu, sudah rata dengan tanah karena dirobohkan oleh Jayanata yang mengaku sebagai pemiliknya. Hingga kini, belum ada kejelasan terkait siapa yang bertanggung jawab.

Ratusan massa gabungan yang menamakan diri Komunitas Bambu Runcing Surabaya (KBRS), pada Jumat kemarin, 13 Januari 2017 melakukan aksi peringatan terkait robohnya rumah radio siaran yang digunakan oleh Bung Tomo yang berada di Jalan Mawar 10 Surabaya.

Aksi yang bertajuk “Balang Jumroh“ ini dilakukan sejak pukul 13.00 wib dengan maksud untuk mengingatkan para pihak yang terlibat penanganan penghancuran rumah radio tersebut agar serius dan tidak main – main.

Aksi dilakukan dengan memulai berdoa didepan Rumah Radio Bung Tomo dan menabur tanah makam Bung Tomo disekitar area Jayanata, pembakaran dupa, tabur bunga, beras kuning, pecah kendi sebagai simbol kematian.

Wawan koordinator aksi mengatakan bahwa aksi ini bukan aksi yang main – main, namun serius. Dan menuntut janji Walikota Surabaya yang pernah berjanji mengembalikan bangunan tersebut.

“Kami berharap, aksi ini akan mengingatkan semua pihak yenag terlibat untuk segera memberi kepastian tentang Rumah radio Bung Tomo. Pihak Jayanata, DPRD Surabaya dan Walikota Surabaya harus meminta maaf atas tragedi penghancuran Rumah ini.” Ucap Wawan.

Hal senada dikatakan Yanto dari Masyarakat Peduli Cagar Budaya mengetakan sudah seharusnya seluruh warga Surabaya bersama-sama menyelamatkan simbol arek Suroboyo dari rencana penghancuran sehingga kehilangan identitas.

“Siapa lagi yang akan kita harapkan untuk menjaga nilai – nilai kepahlawanan ini. Jika pemerintah sebagai pelindung kita lalai dan sudah tidak peduli lagi, maka kita harus bergerak dan lawan,” tambahnya.

Rumah Radio Bung Tomo di Jalan Mawar 10 merupakan bangunan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan keputusan walikota Surabaya No 188.45/004/402.2.04/1998.

Namun saat ini kondisinya hancur tak tersisa karena dirobohkan Jayanata.  Usai aksi dilokasi  Rumah Radio Bung Tomo, massa lalu bergeser melanjutkan aksi menuju ke gedung DPRD Surabaya dan terakhir ke rumah dinas walikota Surabaya. (No/Tls)

Add a Comment