Kampung Antena Lestarikan Budaya Selapan dan Aqiqoh

Surabaya (wartasas.com) – Budaya selapan dan aqiqoh ternyata masih terus dilestarikan. Budaya ini merupakan, bentuk wujud syukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahi keturunan yang baik dan sehat dengan harapan si bayi menjadi manusia yang berguna bagi bangsa, negara dan agama.

Tradisi tersebut, juga masih dipegang teguh dan dilaksanakan oleh keluarga besar Lasiman M. Nursal, pengusaha home industri Antena di kota Surabaya.

Acara selapan dan aqiqoh yang digelar pada Minggu, 22 Mei 2016, dikediaman keluarga besar Lasiman M. Nursal “Kampung Antena” di Jalan Jalan Simorejosari B X/4 Surabaya, dihadiri oleh banyak masyarakat dari berbagai kalanga.

Dalam acara tersebut turut mengundang, Ustad kocak Aris Yoyok, seluruh karyawan Kampung Antena, Tokoh Masyarakat, dan warga tidak mampu serta anak yatim.

Lasiman M. Nursal yang didampingi istri Suripah mengadakan upacara selapan dan aqiqoh cucu kedua bernama Ryshaka Al Zayn putra dari Moch. Defryantoro dan Badrinia Swidiyanto

Seperti yang disampaikan pencetus “Kampung Antena” Lasiman M. Nursal bahwa diselenggarakan acara tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya adat jawa sekaligus berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar dan anak anak yatim.

“Kami hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan semua warga, karena semua rejeki hanya titipan Tuhan. Dengan adanya acara selapan dan aqiqoh, diharapkan seluruh warga turut merasakan kebahagiaan.” Kata Lasiman ketika ditemui disela sela acara, Minggu, (22/5/16).

Usai acara pemotongan rambut bayi sebagai tanda, selanjutnya dilakukan sesi ritual semacam sentuhan kening terhadap bayi dengan dipanjatkan doa yang dilakukan oleh pihak keluarga dan semua tamu undangan yang hadir.

Ditambahkan Badrinia ibu dari Ryshaka, “Sebagai seorang ibu, saya sangat bersyukur atas karunia Allah dengan lahirnya putra kami. Tujuan selapan ini, sebagai tanda rasa syukur kami. Kami sekelurga hanya berharap doa dari semua tamu undangan, agar kelak putra kami bisa menjadi anak yang sholeh dan taat kepada agama, orang tua, berguna bagi nusa bangsa dan menjadi seorang pemimpin yang adil bijaksana sesuai ajaran Islam,” ungkapnya dengan mimik bahagia.

Diharapkan acara selapan dan aqiqah, mampu memberikan hikmah yang baik bagi semua masyarakat. Bahwa acara adat merupakan budaya yang harus dilestarikan, karena memiliki nilai nilai keagamaan yang sangat baik untuk terapkan dalam kehidupan bermasyarakat. (Tls)

Add a Comment