Cheng Hoo Gelar Haul Gus Dur Ke 7

Surabaya (wartasas.com) – Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya dipenuhi ratusan jamaah pada Jumat, 9 Desember 2016 malam. Terlihat jamaah dari berbagai daerah dan etnis turut memenuhi halaman Masjid Muhammad Cheng Hoo.

Ternyata, Masjid Muhammad Cheng Hoo menggelar haul ke-7 KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.

Acara haul ke-7 Gus Dur turut dihadiri oleh adik kandung Gus Dur, KH Salahudin Wahid atau akrab disapa Gus Sholah sekaligus pengsuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang didampingi  anak kandung Gus Dur, Inayah Wahid, serta pendiri Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo, Yusuf Bambang Sujanto.

Dalam kesempatan acara haul, pendiri Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo, Yusuf Bambang Sujanto, mengatakan, bahwa malam ini merupakan hari yang luar biasa, karena berkumpul ratusan orang dari berbagai suku dan agama.

“Mari kita berdoa bersama sama, untuk almarhumah Gus Dur, semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala dosa-dosanya selama hidup di dunia.” Ucap Yusuf Bambang disela acara haul, Jumat, (9/12/16).

“Sosok seorang Gus Dur sangat layak menjadi panutan dan diteladani oleh siapa saja karena memiliki sifat kuat mengutamakan kepentingan dua meski berbeda suku. Beliau merupakan tauladan bagi saya pribadi,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Gus Sholah, yang juga pengsuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang menyampaikan bahwa banyak orang mengira pluralisme menurut Gus Dur semua agama sama. Sedangkan bukan seperti itu yang dimaksud, akan tetapi Gus Dur percaya Islam agama paling benar.

“Tapi Gus Dur, menghargai agama orang lain. Itulah pluralisme Gus Dur. Toleransi Gus Dur seperti itu. Saling menghargai dan tidak menjelek-jelekkan agama orang lain. Jadi tidak betul Gus Dur menyamakan semua agama itu benar,” kata Gus Sholah.

Sedangkan, Inayah mengatakan pluralisme adalah bagian kecil yang melekat pada Gus Dur, termasuk pesannya sebelum wafat yang menginginkan di nisannya tak tertulis pluralis, nemun lebih menginginkan humanis.

“Sosok Gus Dur, juga bukan seseorang yang bertipe mengejar jabatan, termasuk posisi sebagai Presiden dan menganggapnya bukan sesuatu signifikan. Jujur kami keluarganya, terutama saya, sangat sakit hati ketika dulu, saat Gus Dur diturunkan, Tapi Gus Dur meyakinkannya dan menyemangati kami. Beliau benar-benar panutan dan sangat tidak haus jabatan,” tambah Inayah wahid.

Diharapkan, dengan terselenggaranya haul Gus Dur Ke 7 di Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, mampu menjadi pemersatu umat manusia di Indonesia. (Tls)

Add a Comment