Samsung Dukung Pemerintah Ciptakan Iulusan SMK Siap Kerja

Surabaya (wartasas.com) – Didukung pemerintah Propinsi Jawa Timur dan Institusi pendidikan formal, Samsung Electronics Indonesia, meresmikan program Samsung Tech Institute di 20 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jawa Timur.

Peresmian program Samsung Tech Institute yang diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Ir. H. Soekarwo pada Selasa, 29 Agustus 2017 di Surabaya, dihadiri langsung oleh KangHyun Lee, Vice President Corporate Affairs, PT Samsung Electronics Indonesia.

Dalam kesempatan jumpa pers, KangHyun Lee, menyampaikan, bahwa Samsung berkomitmen untuk berkontribusi dalam kemajuan pendidikan Indonesia. Hal tersebut diwujudkan melalui program Samsung Tech Institute yang berkolaborasi dengan institusi pendidikan formi.

“Pendidikan formil yang kami ajak berkolaborasi adalah SMK, agar hasilnya semakin terlihat nyata dan sejalan dengan program miiik pemerintah. Atas dukungan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur hari ini (29/8), kami menandatangi perjanjian kerja sama program Samsung Tech Institute dengan 20 SMK di Jawa Timur,” tutur KangHyun Lee dalam jumpa pers, Selasa, (29/8/17).

“Dalam kerjasama ini menambah jumlah program Samsung Tech Institute menjadi sebanyak 26 di Indonesia,” tambahnya.

Masih kata KangHyun Lee, Industri membutuhkan keterampiian yang semakin tinggi, Samsung  yakin para lulusan SMK dapat meniadi tenaga kerja yang lebih siap kerja dan menang dalam persaingan di dunia kerja. Kualitas tenaga kerja yang siap kerja tentu nya akan meningkatkan daya saing industri Indonesia sehingga menghasilkan lebih banyak lapangan kerja dan secara jangka panjang berimbas pada peningkatan pendapatan masyarakat.

Meneruskan komitmennya untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia, Program Samsung Tech Insitute memberikan pelatihan dasar elektronika, yang bertuiuan untuk memperkaya kurikulum di SMK demi menciptakan lulusan yang semakin berkualitas yang dapat diserap langsung oIeh industri.

“Program ini selaras dan mendukung upaya pemerintah dalarn merealisasikan Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK serta program Kemenperin, ”Pendidikan Vokasi Industri” dalam rangka meningkatkan kualitas para lulusan SMK sehingga memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk langsung terjun ke dunia kerja,” terang  KangHyun Lee.

Ke 20 SMK tersebut adalah SMK AL Huda Kediri, SMK Islam 1 Blitar, SMK Ma’arif Batu, SMK PGRI 1 Pasuruan, SMK PGRI 1 Nganjuk, SMK Taruna BaIen Bojonegoro, SMK Turen Malang, SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk, SMK Muhammadiyah 1 Surabaya, SMK Muhmmadiyah 2 Genteng Banyuwangi, SMK Muhammadiyah 5 Babat Lamongan, SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang, SMK Negeri 1 Gempol Pasuruan, SMK 2 Negeri Malang, SMK Negeri 1 Geger Madiun, SMK Walisongo 2 Gempol, SMK Negeri 1 Bandung Tuiungagung, SMK Negeri 1 Bendo Magetan, SMK BP SubquI Huda Madiun, dan SMK Negeri 1 Wonosari Madiun.

Hingga tahun 2019 pemerintah menyasarkan untuk memajukan kualitas 1.775 SMK, yang meliputi 845.000 siswa, salah satunya melalul program Pendidikan Vokasi Industri, kerjasama Kementerlan Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian BUMN dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Untuk tahap pertama, program difokuskan pada SMK di area pulau Jawa. (Tls)