Sambut Milad Ke 55, SD Mudipat Pucang Gelar “National Archery Competition”

Surabaya (wartasas.com) – Dalam rangka mencetak bibit atlit panahan sejak dini sekaligus memperingati Milad Ke 55, SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya menggelar lomba panahan tingkat nasional bertajuk National Archery Competition.

National Archery Competition yang digelar pada Minggu, 14 Januari 2018 di Lapangan Panahan SD Mudipat, diikuti 110 peserta siswa se-Indonesia dari sepuluh kota diantaranya Surabaya, Denpasar, Magelang, Bojonegoro, Nganjuk, Malang, Banyuwangi, Sidoarjo, Situbondo dan Jember.

Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Edi Susanto mengatakan, bahwa, National Archery Competition digelar disamping sebagai rangkaian menyambut Milad Ke 55 SD Mudipat Pucang juga sebagai bahan latihan, evaluasi dan mengukur kemampuan panahan murid-murid SD Mudipat Pucang Surabaya dalam skala nasional.

“Kami ingin terus menciptakan bibit baru atlit panahan sejak dini seperti Dhimas Islami Putra Arifin lulusan dari SD Mudipat yang sekarang menjadi atlit panahan. Dan, meskipun SD Mudipat sering menjadi juara baik tingkat nasional maupun lokal tidak membuat kita cukup berpuas hati, tapi terus kita asah,” kata Kepala Sekolah SD Mudipat Pucang yang akrab disapa Edi, Minggu, (14/01/18).

“Dengan adanya lomba tingkat nasional ini, diharapkan dapat tumbuh lebih banyak atlet panahan berprestasi banyak sekolah di Tanah Air, khusus SD Mudipat Pucang Surabaya,” tambahnya.

Dalam kompetisi panahan ini ada tiga katageri yang dilombakan, antara lain kategori defisi paralon, defisi standart bow dan defisi compound. Kategori paralon dengan jarak 5 mater dan menggunakan busur paralon untuk pemula, kategori standart bow jarak dengan 15 meter mengunakan busur standart bow dan kategori compound jarak 20 meter menggunakan busur compound.

Panitia menyiapkan tiga juara antara lain, emas, perak dan perunggu di setiap kategori. Untuk lomba kali ini juga dibedakan antara kelas laki-laki dan perempuan, dan di akhir lomba akan diambil juara umum.

Selain pembagian kategori dan kelas lomba, panitia juga menyiapkan tim dewan juri dan wasit nasional dari Perpani (Persatuan Panahan Indonesia) Pusat.

“Lomba panahan tingkat nasional yang digelar oleh sekolahnya merupakan kejuaran yang pertama. Secara teknis setiap peserta harus menembak 2 sesi, dengan total 6 seri dan setiap serinya 3 panah. Dan, hasil panahan itu akan mendapat total tembakan dengan nilai papan kuning senilai 10 sampai 9, papan merah nilai 8 sampai 7 dan papan biru 6 sampai 5,” pungkas Edi. (Tls)