Sambut Hari Kesehatan Nasional, UMSurabaya Ajak Ibu Hamil Cerdas Dalam Memberi ASI

Surabaya (wartasas.com) – Untuk menekan angka kematian pada ibu dan anak (AKI) sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 53, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) mengajak ibu ibu hamil untuk turut serta berpartisipasi dalam tanda tangan petisi jari warna dan USG.

Acara yang dilaksanakan pada minggu pagi, 12 Nopember 2017 di Aula gedung UMSurabaya, merupakan gagasan Mahasiswi D3 kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhamadiyah Surabaya (UMSurabaya), dengan dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan dan perwakilan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Dr Mundakir SKep Ns MKep mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh para Mahasiswi D3 kebidanan. Bahwa, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian UM Surabaya dalam menurunkan angka kematian pada ibu dan anak (AKI).

”Berbagai acara seperti senam ibu hamil, seminar konsultasi ASI, Pemeriksaan Ibu Hamil (USG) juga turut meramaikan acara petisi jari warna menyambut Hari Kesehatan Nasional,” kata Dr Mundakir disela sela acara, Minggu pagi, (12/11/17).

“Karena dengan melakukan senam hamil dan memberikan ASI ekslusif semenjak lahir minimal sampai usia 6 bulan, dapat menurunkan AKI,” tambahnya.

Dalam kesempatan acara tersebut juga dilakukan peresmian pojok laktasi dan pemeriksaan kehamilan dengan USG di Aula gedung UMSurabaya lantai 4.

Umi Ma’rifah Dosen Kebidanan UMSurabaya sekaligus Konselor ASI mengatakan, bahwa tujuan diresmikannya pojok laktasi sesuai UU Ketenagakerjaan yang mewajibkan penguasaha atau perusahaan untuk menyediakan fasilitas untuk karyawati yang sedang hamil untuk dapat menyusui selama jam kerja.

“Dengan pemberian ASI Ekslusif ini, dapat memberikan manfaat pada bayi. ASI itu kaya akan zat imun yang dibutuhkan bayi. Suami harus ikut mendukung, jangan hanya mengandalkan susu formula, Salah satunya membuat bayi sehat dan cerdas, oleh karena itu pada kesempatan ini juga kami menyampaikan akan menyediakan tempat pojok laktasis,” terang Umi.

“Upaya dosen yang bekerja dan mahasiswa yang sedang menyusui dapat menggunakan pojok laktasi sebagai tempat menyusui dan memompa ASI sehingga bayinya masih bisa mendapatkan ASI meskipun dalam keadaan bekerja,” pungkasnya.

UMSurabaya berharap dengan adanya pojok laktasis dapat membantu karyawati hamil umtuk meningkatkan efektifirtas menyususi sehingga dapat meyelamatkan dan mengurangi kematian pada bayi. (Tls)