Riset Kunci Keberhasilan Dalam Pengembangan Produk dan Jasa

Surabaya (wartasas.com) – Untuk meraih suatu keberhasilan dalam mengembangkan produk maupun jasa, sangat dibutuhkan yang namanya riset. Dimana, dalam prosesnya dibutuhkanlah riset pemilih politik untuk mengetahui karakteristik dan kebutuhan pemilih sehingga dapat diterapkan strategi yang tepat.

Untuk memahami lebih jauh, prodi Ilmu Komunikasi Unesa menggelar Kuliah Tamu bersama Mario Tetelepta dan Djayadi Hanan praktisi dibidang branding dan riset politik, yang digelar di Gedung G3 Fakultas Ekononomi Universitas Negeri Surabaya, pada Rabu, 11 Oktober 2017.

Dr. Danang Tandyonomanu, Ketua program studi Ilmu Komunikasi Unesa menyampaikan, bahwa, Branding merupakan aspek yang penting dalam pengembangan sebuah produk. Branding bukan hanya merupakan merek atau logo yang ada dalam produk tetapi juga merupakan janji bagi konsumen.

“Branding bukan hanya dibutuhkan bagi produk atau jasa. Personal branding juga sangat penting, terutama bagi pelaku politik yang sedang mencalonkan diri menjadi pemimpin,” kata Dr. Danang usai membuka secara resmi acara Kuliah Tamu, Rabu, (11/10/17).

Dalam Kuliah Tamu kali ini, Unesa mengambil tema “Innovation, creativity and brand” dan “Politic research to understand voter’s concern”. Tema kuliah tamu kali ini sesuai dengan konsentrasi Marketing Communication dan Communication Development yang ada di Prodi Ilmu Komunikasi Unesa, dengan dihadiri 200 peserta yang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Pada sesi pertama, Mario Tetelepta, brand strategic consultant dari Jakarta menyampaikan bahwa, inovasi tidak selalu berkaitan dengan teknologi. Jika inovasi muncul akibat adanya teknologi tidak mungkin teknologi akan terkalahkan.

“Inovasi ada bukan karena milik teknologi, tapi inovasi ada karena kreativitas. Inovasi juga bisa berupa perubahan positif ataupun negatif. Inovasi ada karena kita memiliki kamampuan-kemampuan yang dapat dikembangkan. Mario juga berbagi cerita tentang Australia yang membuat inovasi transportasi baru yang disebut Hyperloop,” terang Mario.

Selanjutnya, Djayadi Hanan dosen Ilmu Politik Universitas Gajah Mada sekaligus Executive Director Saiful Mujani Research and Consulting, juga memaparkan pengalamannya saat turut bergabung dalam riset pemilih calon presiden Amerika Serikat, Barrack Obama.

“Riset dalam dunia politik itu penting terutama untuk pemetaan segmentasi pemilih. Dari riset tersebut akan diketahui elektabilitas kemudian melahirkan strategi-strategi yang mungkin digunakan dalam suatu pemilihan politik,” papar Hanan.

“Riset pemilih dalam politik, khususnya pada saat pemilihan umum menjadi kunci keberhasilan calon pasangan dalam mengetahui apa yang diinginkan oleh masyarakat dan bagaimana seharusnya bertindak,” imbuhnya.

Menurut Hanan, tidak ada alasan untuk berbohong tentang hasil survei atau riset, yang ada malah seolah menipu diri sendiri. Tetapi yang harus diingat hasil survey memang mungkin berbeda-beda karena faktor waktu pelaksanaan survey dan sample survey tersebut. (Tls)