Ribuan Maba Unesa Teriakkan Semangat Baru “UNESA untuk Indonesia”

Surabaya (wartasas.com) –   Dulu Merdeka itu terbebas dari jajahan penjajah.  Namun, makna merdeka sekarang adalah bebas tapi tetap taat pada aturan, menghargai sesama, dan terus berkarya demi Indonesia. Dan, paling penting adalah semangat untuk terus bersatu dan kolaborasi.

Semangat kemerdekaan tersebut disampaikan secara tegas oleh Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes dalam upacara perayaan HUT RI ke-74 dengan  tema “Sumber Daya Manusia Unggul Menuju Indonesia Maju” pada Sabtu, 17 Agustus 2019 pagi dengan diikuti sekitar 7000 Mahasiswa Baru (Maba).

“Sebagai bangsa Indonesia, kita harus  terus mengingat jasa para pahlawan  dan meneruskan cita cita perjuangan para pahlawan. Dan, sebagai mahasiswa, kalian bisa meneruskan perjuangan para pahlawan dengan terus berkarya dan berinovasi untuk Indonesia yang lebih baik,” ucap Nurhasan dihadapan ribuan Maba Unesa, Sabtu, (17/08/19).

“Alhamdulilah. Bertepatan dengan HUT RI Ke 74, Unesa mendapatkan kado special yaitu

naiknya peringkat klasterisasi Perguruan Tinggi di Indonesia yang dirilis Kemristekdikti baru-baru ini bahwa Unesa naik peringkat ke-22 dari sebelumnya peringkat 27 di tahun 2018 lalu,” sambungnya dengan penuh bangga.

Dalam kesempatan upacara tersebut, Unesa juga meramaikan dengan permainan tradisional. Dimana, tujuan permainan tersebut adalah untuk mengajak dan mengingatkan para Maba agar turut melestarikan dan mewariskan budaya bangsa. Sebab, permainan tradisional memiliki filosofi yang berakar dari sejarah bangsa.

“Dengan cara inilah kita mewarisinya, agar mahasiswa menjadi generasi yang berbudaya,” terangnya.

Meskipun Unesa sudah melangkah maju dan menyesuaikan program universitas berbasis kemajuan industri 4.0, namun budaya bangsa tidak bisa dikesampingkan. Seperti lagu daerah, permainan tradisional dan warisan luhur bangsa lainnya.

“Oleh karena itu, dalam kesempatan ini pula Unesa memunculkan keberagaman dalam hari kebesaran bangsa Indonesia itu, dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah,” tutur orang nomor satu di jajaran Unesa.

Upacara bendera juga dirangkaikan dengan pembukaan expo mahasiswa yang berdiri mengelilingi lapangan rektorat. Semuanya diisi dengan penjualan atribut yang sebagian hasil karya tangan mahasiswa sendiri. Lewat perayaan kemerdekaan tersebut, Unesa berkomitmen mewujudkan generasi yang maju, prestasi, profesional dan berbudaya.

“Komitmen Unesa tersebut diwujudkan dalam bentuk rancangan kurikulum yang mulai tahun ini banyak disesuaikan dengan perkembangan industri 4.0. Selain sebagian mata kuliah menerapkan sistem Blended Learning atau mata kuliah sebagian tatap muka dan sebagian dalam jaringan (daring),” ungkapnya.

Selain itu, juga penerapan mata kuliah Pendidikan Jasmani dan Kebugaran serta Literasi teknologi menjadi mata kuliah wajib institusi yang diajarkan kepada  semua mahasiswa.

Ada satu lagi kebijakan baru yang diterapkan oleh Unesa bagi mahasiswa Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang didanai Kemenristekdikti  dan lolos Pimnas maka mahasiswa atau Tim PKM akan dibebaskan dari penyusunan Skripsi.

“Semoga, dengan adanya kebijakan baru ini, motivasi dan semangat mahasiswa semakin bertambah untuk terus menumbuhkan kreatifitas,” urainya. (Tls)