Rektor Unusa : KKN Merupakan Langkah Awal dan Latihan Bagi Mahasiswa Untuk Belajar Mengenal Masyarakat Luas

Surabaya (wartasas.com) – Sebagai wujud nyata selama mengikuti pembelajaran di bangku kuliah, sebanyak 655 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2018 ke pelosok Kabupaten Sidoarjo.

Pelepasan 655 mahasiswa Unusa dilakukan secara simbolis pada Senin, 09 Juli 2018 di Halaman Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya, oleh Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unusa, Dr. Istas Pratomo, MT. Dan Ketua Bidang 3 LPPM Unusa, M.Ghofirin, M.Pd., serta para dosen Unusa.

Dalam sambutannya, Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, menyampaikan bahwa, KKN ini hendaknya bukan hanya dijadikan sebuah ritual untuk memenuhi tuntutan sistem kuliah semester (SKS). Namun, mahasiswa harus memahami tujuan dari KKN itu sendiri sehingga mahasiswa bisa membangun kesadaran bahwa apa yang dilakukannya itu memiliki tujuan yang sangat mulia.

“Diharapkan, para mahasiswa bisa menjaga nama baik Unusa ketika berada di tengah-tengah masyarakat. Jaga nama baik almamater kalian. Jadilah Duta dari kampus Anda ini,” tutur Rektor Unusa yang akrab disapa Jazidie dalam pesannya sebelum melakukan pelepasan 655 mahasiswa Unusa, Seninj, (09/07/18).

“Selain itu, KKN ini sebagai sebuah langkah awal dan latihan bagi mahasiswa untuk belajar mengenal masyarakat luas sebelum mereka terjun langsung setelah lulusan kuliah,” tambahnya.

Di sinilah masih kata Rektor Unusa, mahasiswa bisa menuangkan ide-ide mereka. Misalnya ingin berbuat apa di desa KKNnya, silahkan dituangkan dan direalisasikan. Kalau berhasil maka hal itu akan menjadi sebuah prestasi tersendiri.

Sebanyak 655 mahasiswa Unusa yang terdiri dari mahasiswa regular 534 orang dan mahasiswa Bunda PAUD sebanyak 121 orang yang hendak mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) 2018.

KKN tahun ini dibagi dalam dua daerah berbeda yakni mahasiswa regular akan berada di Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo, sementara sisanya akan melakukan KKN di Surabaya. Mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Bunda PAUD.

Dijelaskan juga dipilihnya Kecamatan Jabon, khususnya di Kabupaten Sidoarjo bukan tanpa alasan. Unusa yang selama ini menjalin kerjasama yang baik dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Kerjasama selama ini adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Pemkab Sidoarjo baik di bidang, ekonomi, teknik, pendidikan dan kesehatan. Khususnya akan meningkatkan perekonomian di kecamatan Jabon.

“Ada banyak alasan mengapa Jabon yang dipilih. Jabon memiliki potensi yang luar biasa namun belum tergarap maksimal potensi tersebut. Sehingga diperlukan peran serta mahasiswa untuk memaksimalkan potensi yang ada di desa itu. Selain itu, tahun lalu (Red: 2017) Unusa telah membuat pondasi awal di program KKN,” terang Jazidie.

Ditempat yang sama, Ketua Bidang 3 Pengabdian Masyarakat LPPM Unusa, M.Ghofirin juga menambahkan, bahwa, untuk KKN kali ini, Unusa akan fokus pada empat program. Yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi kreatif, dan teknologi informasi.

“Tahun ini, Unusa akan membantu Kepala Desa yang ada di Kecamatan Jabon dalam membuat laporan Dana Desa. Hal ini untuk meminimalkan para perangkat desa agar tidak terjerat tindak kasus korupsi karena ketidaksesuaian pedoman pembuatan laporan dana desa dengan implementasinya di lapangan,” ungkapnya.

Dari empat program itu, beberapa program unggulan di antaranya, peningkatan kualitas kesehatan di masyarakat, pembelajaran dan pendidikan, seni, dan budaya. (Tls)