Potograper Tanpa Kaki dan Tangan Ajarkan Siswa SMK DR. Soetomo Cara Memotret

Surabaya (wartasas.com) – Keterbatasan fisik bukanlah suatu hambatan ataupun alasan untuk berhenti berkarya. “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan,” seperti pepatah yang disampaikan oleh sosok seorang pria tanpa tangan dan kaki, namun ahli dibidang potograpy.

Achmad Zulkarnain atau biasa dipanggil Bang Dzoel seorang fotograper profesional berusia 25 tahun yang memotret tanpa tangan dan kaki, penyandang disabilitas berikan motivasi kepada ratusan siswa SMK Dr Soetomo Surabaya, Jum’at, 27 Oktober 2017, di aula gedung sekolah SMK DR. Soetomo Surabaya.

Dalam kesempatan workshop yang digelar bersama Gudang Kamera, Bang Dzoel memberikan motivasi dan semangat kepada ratusan siwa SMK DR. Soetomo, bahwa, keterbatasan fisik bukanlah suatu halangan atau hambatan seseorang untuk terus maju dan sukses.

“Saya saja yang tidak memiliki kaki dan tangan, tidak pernah menyerah dan terus berusaha dalam meraih cita cita. Kenapa kalian yang diberi anugerah Tuhan dengan kelengkapan fisik lebih baik kalah dengan saya,” kata Bang Dzoel sambil berkelakar, Jumat, (27/10/17).

“Tidak saja sebagai potograper, semua impian dan cita cita harus dapat kita raih selama kita memiliki prinsip “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan,” tambahnya.

Pria asal Banyuwangi juga menceritakan, bahwa dirinya sejak dilahirkan sempat dibuang karena orang tuanya merasa malu. Namun Tuhan berkendak lain, Bang Dzoel masih diberi kesempatan untuk tumbuh dewasa.

Ia menceritakan, sebelum menjadi fotografer model, ia hanya seorang tukang foto KTP di tempat kelahirannya di Banyuwangi. Berkat kerja kerasnya dengan menampilkan karyanya di dunia maya, Dzul kemudian mendapat beasiswa berupa 3 bulan belajar fotografi bersama fotografer kenamaan, Darwis Triadi, di Jakarta.

“Semua yang saya lakukan hanya bertujuan agar saya tidak dikenal sebagai penyandang disabilitas yang hanya dikasihani masyarakat, namun dihargai karena hasil karya saya,” terangnya dengan penuh semangat.

Workshop semakin meriah dan seru ketika Bang Dzoel mengajak seluruh siswa untuk praktek langsung menggunakan kamera dan mengambil gambar dengan obyek siswi SMK DR. Soetomo untuk menjadi model dadakan.

Tidak henti hentinya para siswa terus bertanya dalam sesi dialog. Tidak saja mereka bertanya seputar bagaimana cara memotret yang baik, namun juga menanyakan tips tips untuk menghadapi orang yang selalu suk merendahkan dan mencela.

Dengan santai dan penuh canda tawa, Bang Dzoel menjawab semua pertanyaan para siswa dengan baik.

Andre salah satu siswa SMK DR. Soetomo mengaku kagum dan bangga terhadap sosok Bng Dzoel. Menurutnya, meskipun cacat tapi mampu menjadi orang sukses.

“Saya benar benar tidak percaya. Saya sangat kagum dengan Bang Dzoel. Meskipun cacat tapi tidak memiliki rasa rendah diri. Ini merupakan cambuk bagi kita semua, bahwa sosok seperti Bang Dzoel saja bisa sukses kenapa kita tidak bisa,” kata Andre tersipu.

Achmad Zulkarnain atau Bang Dzoel hanya berharap kepada pemerintah agar memberikan akses kemudahan kepada para penyandang disabilitas terutama di temapt tempat wisata. (Tls)