Pakde Karwo : FH Unair Jadi Sinar Keilmuan di Indonesia

Surabaya (wartasas.com) – Tercatat bahwa, Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga Surabaya telah menjadi sinar keilmuan bagi pendidikan ilmu hukum yang ada di seluruh Indonesia.

Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pemikiran pemikiran besar yang dilahirkan dari FH Unair, yang memberikan kontribusi besar bagi pengembangan ilmu hukum di kancah nasional bahkan di dunia internasional.

Dalam acara Gala Dinner Reuni Akbar Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga ke 50 di Dyandra Convex Surabaya, pada Sabtu malam, 03 Februari 2018 menghadirikan narasumber Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo.

Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo menyampaikan, perkembangan kehidupan masyarakat saat ini mengalami kemajuan yang sangat luar biasa. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap penerapan mata kuliah yang diajarkan di ilmu hukum.

“Oleh karenanya, diusulkan agar mata kuliah di FH Unair dievaluasi sesuai dengan kondisi masyarakat hari ini. Contohnya salah satu mata kuliah dalam ilmu hukum yakni Fiducia egendoom overdracht. Mata kuliah berisi ilmu penjaminan terhadap pinjaman yang memperhitungkan taksasi bisnis  harus mampu diterapkan di kehidupan masyarakat,” ucap Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim, Sabtu malam, (03/02/18).

“Artinya, setiap pinjaman tidak harus ada penjaminan dalam sertifikat. Implementasi hukum harus melihat kondisi masyarakatnya. Tidak hanya dilihat dari sisi peraturan saja, melainkan harus  mampu melihat kondisi sosial, ekonomi dan budaya,” tambahnya.

Dihadapan, sekitar 900 orang alumni yang hadir, Pakde Karwo menjelaskan, bahwa Pemprov Jatim telah melakukan berbagai macam kebijakan yang memberikan ruang bagi masyarakat dan memangkas regulasi yang ada. Konsep yang dilakukan oleh Pemprov Jatim yakni reregulasi dan deregulasi.

“Berbagai pengaturan atau regulasi dimaksudkan untuk mendorong kemajuan pemerintah, termasuk kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya, hendaknya regulasi tidak hanya bersifat melarang dan mengijinkan, serta deregulasi atau penghapusan yang danggap tidak baik, tetapi juga sekaligus reregulasi yakni penerbitan peraturan yang bersifat memfasilitasi atau mendorong,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pakde Karwo mendapatkan penghargaan Jurist Award 2018 bidang Birokrasi dari IKA FH Unair. Penghargaan diberikan karena Pakde Karwo sebagai almunus FH UNAIR dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan dan pengembangan di lingkungan birokrasi Pemprov Jatim. (Tls)