“Kratingdaeng Supercrosser” Bukti Kepedulian Kratingdaeng di Dunia Olahraga

Malang (wartasas.com) – Panas, Berdebu dan suara bising motor trail serta ratusan pengunjung dalam kompetisi Olahraga motor pemacu adrenalin “Kratingdaeng Supercrosser The Ultimate Dirtwar” di  Sirkuit Djagung, Malang semakin menambah suasana pertandingan lebih seru dan menarik.

Kompetisi Olahraga motor pemacu adrenalin “Kratingdaeng Supercrosser The Ultimate Dirtwar” yang digelar selama 2 hari sejak tanggal 3 – 4 Maret 2018 di Sirkuit Djagung, Malang Jawa Timur, dibuka langsung oleh Danrem 083/BDJ Kol Inf Bangun Nawoko dengan didampingi oleh Davin Thomas Lai Director Of marketing PT Asia Sejahtera Perdana Pharmaceutical dan Sigid Hindorosito Brand Manager PT Asia Sejahtera Perdana Pharmaceutical.

Dalam kompetisi kali ini ada 11 kelas yang dipertandingkan, yaitu : Kelas Pro Open 4 Tak Max 350 cc dan 250 cc, Non Pro Open/Junior 4 Tak 350 cc dan 250 cc, Non Pro 35+4 Tak 350 cc dan 250 cc, Pro Open 4 Tak 500 cc dan 300cc, Veteran 40+ 4 Tak 500 cc dan 300 cc,Pro Open 4 Tak 250 cc dan 150 cc, Non pro/junior 4 Tak 250 cc dan 150 cc, Non Pro 35+ 4 Tak 250cc dan 150 cc, Sport Modif Lokal 250cc dan 150 cc dan Win Enduro X.

Davin Thomas Lai Director Of marketing PT Asia Sejahtera Perdana Pharmaceutical mengatakan bahwa, kompetisi Olahraga motor pemacu adrenalin ini terselenggara sebagai bukti kepedulian Kratingdaeng kepada dunia olahraga terutama motorcross.

“Kami berharap, dengan terselenggaranya event ini dapat memunculkan kembali bibit bibit baru di dunia olahraga motorcross. Dan, menggairahkan kembali olahraga ini,” kata Davin disela sela kompetisi “Kratingdaeng Supercrosser The Ultimate Dirtwar”, Minggu, (04/03/18).

Ditempat yang sama, Daniel Tangka, crosser veteran mengatakan, bahwa, meski tergolong baru Endurocross adalah bagian dari Motocross. Ini adalah genre baru, untuk peserta motocross maupun enduro. Jika melihat sirkuitnya sendiri adalah penggabungan dari motocross dan enduro.

“Namun, yang ditampilkan oleh pihak promotor lebih ke endurocross,  jadi lebih melihat sisi entertaine. Even endurocross di luar negeri sudah ada kejuaraan dunianya, dan dari pihak penyelenggara sendiri ada wacana pada tahun depan akan ada Kejurnasnya,” terang Daniel.

Crosser asal tuan rumah Raffi G Tangka langsung mendominasi dalam dua kelas yaitu, Build Up Ex2 Non Pro Open 350 cc dan Build up Ex1 Pro Open 4 Tak 300 cc. Namun sayang ketika Raffi turun dikelas Build Up Ex2 Non Pro Open Max 350 cc, dia sempat terjatuh di lintasan namun tetap bisa melanjutkan dan finish di urutan ke 6.

Raffi G Tangka adalah crosser nasional asli Malang yang saat ini masih duduk dibangku SMA. Bakat crosser menurun dari ayahnya, Daniel Tangka yang sekaligus pemilik sirkuit Djagung.

Meski diusianya yang masih muda, anak didik crosser nasional Jhony Pranata ini memiliki beragam prestasi yang sudah diraihnya di tingkat nasional seperti ; Juara Nasional motocross tahun 2017, Juara 2 Nasional  tahun 2015, Juara Nasional 2016 dan Juara 3 Nasional tahun 2017. Rencananya, Raffi G Tangka akan turun di ajang Asia Motorcross.

Sedangkan, Pedro Wuner, Crosser asal Manado yang turun dikelas Non Pro 35+ 350 cc, harus puas berada diurutan kedua.

Meski tidak mendapat juara pertama, namun saya sangat senang sekali mengikuti ajang cross kali ini. Soalnya, ini seperti sesuatu yang baru dari ajang Endurocross ini. Saya juga masih butuh penyesuaian, karena ajang ini benar-benar menguras energi saya. Tapi yang jelas in seru banget,” tuturnya dengan bangga. (Tls)